Edi Hariyanto Tegaskan Fraksi PPI DPRD Bengkulu Tetap Solid, Singgung Manuver Politik Tak Prosedural

robi jalu

 

Progres.id, Bengkulu – Ketua Fraksi Gabungan Pembangunan Persatuan Indonesia (PPI) DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto, akhirnya angkat bicara menanggapi dinamika politik yang belakangan mencuat di internal parlemen. Ia menegaskan bahwa hingga kini komposisi Fraksi PPI tetap utuh dan solid, tanpa adanya perubahan struktur maupun perombakan anggota.

Menurut Edi, setiap perubahan susunan fraksi di DPRD tidak bisa dilakukan secara sepihak atau spontan. Seluruh proses telah diatur secara ketat dalam Tata Tertib (Tatib) DPRD, mulai dari mekanisme administrasi hingga pengesahan resmi di lembaga legislatif.

Ia menyayangkan munculnya manuver politik yang dinilai tidak sesuai prosedur atau terkesan “kramak krumuk”, sebagaimana terlihat dalam sidang paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) Fenti Wisnuwardhani beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, publik dikejutkan oleh pernyataan Desy Maryani dari PDI Perjuangan yang secara tiba-tiba menyatakan bergabung dari Fraksi PPI ke Fraksi Hanura.

“Perubahan komposisi fraksi itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan dan tata cara yang jelas dalam Tatib DPRD. Tidak bisa sekonyong-konyong menyatakan pindah fraksi tanpa melalui prosedur administrasi yang sah,” tegas Edi.

Tak hanya itu, Edi juga menyoroti sikap Fraksi PAN yang disebut merespons keluarnya PDIP dari koalisi dengan mengumumkan bahwa PPP kini bergabung ke PAN. Menurutnya, klaim tersebut tidak berdasar jika tidak disertai dengan dokumen resmi dan keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Tidak bisa asal mengumumkan perpindahan anggota fraksi gabungan tanpa surat resmi. Anggota fraksi itu bukan barang yang bisa diambil begitu saja. Ini jelas menyalahi aturan,” ujarnya.

Edi berharap seluruh fraksi di DPRD Kota Bengkulu dapat menghormati tata kelola kelembagaan dan menjunjung tinggi etika politik. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci menjaga stabilitas dan marwah lembaga legislatif di tengah dinamika politik yang berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *