Home / Bisnis / Internasional

Selasa, 19 Januari 2021 - 08:58 WIB

Grab Pertimbangkan Melantai di Bursa AS pada Tahun Ini

Seorang pria berjalan melewati kantor Grab di Singapura, 26 Maret 2018. (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

Seorang pria berjalan melewati kantor Grab di Singapura, 26 Maret 2018. (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Aplikasi jasa layanan ojek raksasa, Grab, sedang menjajaki kemungkinan untuk melantai di pasar bursa saham Amerika Serikat pada tahun ini. Tiga sumberReutersmengatakan aksi korporasi tersebut didorong oleh minat investor yang kuat untuk melakukan panawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Seorang sumber mengatakan dari IPO tersebut Grab diperkirakan dapat meraup dana setidaknya $2 miliar. Dengan demikian, aksi korporasi itu kemungkinan akan menjadi IPO di luar negeri terbesar oleh perusahaan Asia Tenggara.

“Pasarnya bagus dan bisnisnya berjalan lebih baik dari sebelumnya. Ini seharusnya baik untuk pasar umum,” katanya.

Rencana tersebut, termasuk besaran saham yang ditawarkan dan waktu, belum difinalisasi dan tergantung dengan kondisi pasar, kata sumber tersebut, yang menolak untuk disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk berbicara tentang masalah tersebut.

Baca Juga |  Kisah Kebakaran Hebat di Israel

Grab yang berbasis di Singapura menolak berkomentar tentang potensi IPO.

Grab, yang didukung oleh sejumlah perusahaan terkemuka, termasuk SoftBank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group, telah berkembang pesat. Dari awal sebagai usaha transportasi daring di Malaysia pada 2012, Grab tumbuh menjadi usaha rintisan (startup) paling bernilai dengan kapitalisasi aset lebih dari $16 miliar.

Perusahaan, yang juga menawarkan layanan keuangan dan baru-baru ini memperoleh lisensi bank digital di Singapura, mengatakan bulan ini bahwa pendapatan korporasi telah pulih di atas tingkat pra-pandemi.

Baca Juga |  IMF Sebut Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah Sejak Krisis Keuangan Global

Ia juga mengatakan bisnis transportasi daringnya mencapai titik impas (break even point)di seluruh wilayah operasinya, termasuk Indonesia yang merupakan pasar terbesar. Perusahaan mengharapkan bisnis pengiriman makanannya akan mencapai titik impas pada akhir tahun.

Rencana IPO tersebut muncul setelah diskusi rencana merger dengan saingannya, Gojek, dibatalkan.

Gojek dan perusahaan e-commerce rintisanTokopedia sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk merger senilai $ 18 miliar menjelang kemungkinan pencatatan saham, baik di Jakarta dan Amerika Serikat, Reuters melaporkan bulan ini. [ah/ft]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Gedung putih Amerika

Internasional

Bedanya Memilih Cawapres di AS dan Indonesia, Lihat Laporan VOA Berikut Yuk!
Johnny Depp

Berita Utama

Usaha “The Sun” Batalkan Gugatan Johnny Depp Ditolak

Berita Utama

Media AS Beritakan Pelantikannya Sepi, Donald Trump Geram
tokopedia gojek

Bisnis

Gojek-Tokopedia Targetkan Merger Senilai $18 Miliar pada 2021
Gedung putih Amerika

Internasional

Utang Pemerintah AS Hampir Sama dengan PDB Amerika
Joe Biden

Berita Utama

Belum Dilantik, Biden Belum Punya Kewenangan dalam Pemerintahan AS
Amerika Serikat Iran

Berita Utama

Reaksi Dunia Terhadap Ketegangan AS-Iran Terfokus pada Deeskalasi
Pengamen New York

Internasional

Persaingan Ketat ‘Ngamen’ di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York
error: Konten ini dirpoteksi !!