Bisnis  

Saham PWON Berpotensi Terbang 50%! Penjualan Ditopang Insentif PPN dan Proyek Baru di Jakarta

favicon progres.id
pakuwon tower
Pakuwon Tower (Foto: Pakuwonjati.com)

PROGRES.ID – Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tengah menjadi sorotan investor. Meski pasar properti nasional masih melemah, kinerja emiten properti raksasa ini justru menunjukkan ketahanan luar biasa bahkan analis memperkirakan harga sahamnya bisa naik hingga 50% dalam waktu dekat.

Dua faktor utama menjadi pendorong optimisme ini: insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah yang meningkatkan penjualan, serta rencana ekspansi proyek besar-besaran, termasuk peluncuran menara apartemen Eluna di kawasan prestisius Kota Kasablanka (KoKas).

Penjualan Masih Kuat Berkat Insentif Pemerintah

Dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia pada Rabu (15/10/2025), PWON mencatat penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp300 miliar pada kuartal III/2025. Meski secara tahunan turun 16%, angka ini naik 9,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan paling tinggi datang dari segmen hunian tapak, yang melonjak 11,2% YoY dan 26,3% QoQ. Ini membuktikan bahwa permintaan untuk properti terjangkau masih kuat, terutama berkat insentif PPN yang membantu pembeli rumah pertama.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, PWON sudah meraih Rp903 miliar marketing sales, setara 50% dari target tahunan Rp1,8 triliun. Menariknya, 73% penjualan tersebut berasal dari unit yang memenuhi syarat insentif PPN — bukti bahwa strategi perusahaan dalam memanfaatkan kebijakan fiskal pemerintah berjalan efektif.

Pendapatan Berulang Jadi Penopang Utama

Salah satu kekuatan utama PWON ada pada pendapatan berulang (recurring income) dari pusat perbelanjaan, hotel, dan perkantoran. Segmen ini menyumbang 78% dari total pendapatan tahun lalu, dan diproyeksikan tumbuh dua digit pada 2025 seiring pemulihan okupansi mal serta peningkatan trafik pengunjung.

Dengan arus kas bebas (Free Cash Flow to Firm/FCFF) yang kuat, PWON tetap mampu menjaga pembagian dividen stabil 4%–4,5%, meski berada di tengah periode ekspansi besar-besaran.

Proyek Baru: Menara Eluna Siap Diluncurkan

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim, menilai peluncuran Menara Eluna di KoKas Tahap 4 akan menjadi sentimen positif besar bagi saham PWON. Proyek ini berdiri di atas lahan 3,8 hektar, berdekatan dengan rencana perluasan mal seluas 60.000 m² dan dua hotel bintang lima yang dijadwalkan selesai pada 2029.

Menara Eluna akan menawarkan 376 unit apartemen premium dengan harga jual Rp4–10 miliar per unit (setara Rp45–55 juta/m²), lebih tinggi dari menara sebelumnya (Angelo, Bella, Chianti). Nilai total proyek diperkirakan mencapai Rp2 triliun.

PWON memperkirakan titik impas (break-even point) akan tercapai dengan penyerapan 35%, sementara kelayakan penuh tercapai di level 50%. Meski pasar apartemen masih lesu, perusahaan menargetkan penjualan 5% pada 2025 dan meningkat jadi 20% di 2026.

Selain Eluna, PWON juga menyiapkan proyek baru di Gandaria, Batam, dan Semarang, dengan total capex Rp9,7 triliun hingga 2031. Setelah semua proyek selesai, EBITDA perusahaan diproyeksikan menembus Rp6 triliun, melonjak dari Rp3,6 triliun pada 2024.

Saham PWON Masih Undervalued

Secara valuasi, saham PWON kini diperdagangkan pada P/BV hanya 0,8x, jauh di bawah rata-rata industri 1,1x.

Ciptadana Sekuritas memberi rekomendasi BUY dengan target harga Rp530 per saham, mencerminkan potensi kenaikan 50% dari harga penutupan pada Jumat (17/10/2025) Rp350 per saham.

Sementara Maybank Sekuritas menargetkan harga lebih tinggi, yakni Rp580 per saham, dengan asumsi cap rate 8% dan PE 11,3x untuk tahun 2026.

Kevin Halim juga memproyeksikan pendapatan PWON tahun 2025 mencapai Rp7,05 triliun dengan laba bersih Rp2,4 triliun, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp6,67 triliun dan Rp2,28 triliun. Pada 2026, laba bersih diperkirakan meningkat lagi menjadi Rp2,51 triliun.

Prospek Cerah Jangka Panjang

PWON memiliki kombinasi ideal: arus kas stabil, valuasi murah, proyek strategis, dan dukungan insentif pemerintah. Dengan potensi penurunan suku bunga pada paruh pertama 2026, sektor properti berpeluang bangkit — dan PWON siap menjadi salah satu pemenangnya.

Kesimpulan:

Saham PWON saat ini bukan hanya undervalued, tapi juga punya prospek pertumbuhan kuat. Dengan potensi kenaikan hampir 50%, PWON menjadi salah satu saham properti paling menarik di 2025–2026.

Catatan:

Artikel ini hanya sebagai informasi, tidak bermaksud mengajak Anda membeli atau menjual saham. Segala risiko yang ditimbulkan atas aksi Anda menjadi tanggung jawab masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *