Indonesia Berniat Beli Minyak Rusia, Apa Aman dari Sanksi AS? Pemerintah Buka Suara!

favicon progres.id
airlangga hartarto
Airlangga Hartarto (Foto: ANTARA)

PROGRES.ID – Pemerintah Indonesia mulai menjajaki opsi pembelian minyak mentah dari Rusia di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Namun, langkah ini memunculkan pertanyaan terkait potensi risiko sanksi dari Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya masih mencermati perkembangan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Senin (13/4/2026).

Di saat yang sama, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Rusia bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Dalam agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pertemuan tingkat tinggi ini difokuskan pada upaya mengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak mentah, di tengah gejolak global yang memengaruhi keseimbangan energi dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa isu ketersediaan energi menjadi prioritas utama dalam diplomasi tersebut.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional tetap stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujarnya.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut berdampak langsung pada jalur distribusi energi dunia, termasuk di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak global.

Meski Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada jalur tersebut, ketidakpastian akibat konflik membuat pemerintah mulai mencari alternatif sumber pasokan guna menjaga ketahanan energi nasional.

Sejauh ini, pemerintah masih menimbang berbagai aspek, termasuk risiko geopolitik dan potensi tekanan dari negara mitra, sebelum memutuskan langkah final terkait impor minyak dari Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *