PROGRES.ID – Seorang akademisi Amerika Serikat, Robert Pape, menilai kesepakatan penghentian konflik antara Washington dan Teheran sebagai kekalahan strategis besar bagi Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya di platform X, Pape menyebut kesepakatan tersebut sebagai kekalahan terbesar yang dialami Washington sejak Perang Vietnam. Ia menilai penerimaan terhadap sejumlah syarat dalam kesepakatan itu berpotensi memperkuat posisi Iran sebagai salah satu pusat kekuatan global.
Robert Pape merupakan profesor ilmu politik di University of Chicago sekaligus pendiri Chicago Project on Security and Threats (CPOST).
Menurutnya, poin-poin dalam kesepakatan tersebut mencerminkan perubahan besar dalam tatanan kawasan. Di antaranya mencakup jaminan tidak adanya serangan di masa depan terhadap Iran, pencabutan seluruh sanksi Amerika Serikat, serta penghentian operasi militer terhadap sekutu Teheran, termasuk serangan Israel di Lebanon.
Selain itu, kesepakatan juga disebut mencakup penguatan kendali Iran atas Selat Hormuz. Dalam proposal yang dibahas, Iran disebut mengusulkan penerapan biaya transit sebesar 2 juta dolar AS untuk setiap kapal yang melintas. Pendapatan tersebut direncanakan dibagi dengan Oman dan digunakan untuk program rekonstruksi.
Pape menilai ketentuan tersebut sebagai perubahan mendasar dalam keseimbangan kekuatan internasional yang menguntungkan Iran. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait penilaian tersebut.










