Israel Bersiap Hentikan Operasi Darat di Lebanon, Kesepakatan AS-Iran Picu Kekhawatiran di Tel Aviv

favicon progres.id
tentara israel
Tentara Israel (Foto: AFP)

PROGRES.ID – Militer Israel dilaporkan tengah mempersiapkan penghentian operasi daratnya di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dirumuskan antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan tersebut disampaikan media Israel Kan yang mengutip sumber-sumber keamanan. Menurut laporan itu, perkembangan diplomatik antara Washington dan Teheran mulai berdampak pada perhitungan strategis Israel, termasuk terkait operasi militernya di wilayah Lebanon.

Langkah tersebut muncul di tengah semakin kuatnya indikasi bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan segera menandatangani nota kesepahaman dengan Iran yang bertujuan meredakan ketegangan dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas.

Namun, prospek tercapainya kesepakatan itu justru memicu kekhawatiran di kalangan pengambil keputusan Israel. Media Israel Channel 13 melaporkan bahwa sejumlah pihak di Tel Aviv menilai perjanjian tersebut berpotensi menghasilkan konsekuensi yang bertolak belakang dengan kepentingan keamanan Israel.

Menurut laporan tersebut, terdapat kekhawatiran bahwa hasil negosiasi dapat membuat pemerintahan Iran menjadi lebih kuat secara politik dan ekonomi setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan sanksi internasional.

Selain itu, sebagian kalangan di Israel disebut cemas bahwa pencabutan berbagai pembatasan ekonomi terhadap Teheran dapat meningkatkan kemampuan finansial Iran dan memperluas pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran itu muncul di tengah perdebatan yang semakin intens mengenai arah kebijakan Washington terhadap Iran. Sejumlah tokoh oposisi dan analis Israel sebelumnya juga telah menyuarakan keraguan terhadap manfaat strategis kesepakatan yang sedang dibahas, dengan alasan bahwa perjanjian tersebut berpotensi mempertahankan struktur kekuasaan Iran tanpa menyentuh sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian Israel.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat, Iran, maupun Israel mengenai rincian akhir nota kesepahaman yang disebut-sebut akan segera ditandatangani.

Apabila tercapai, kesepakatan tersebut diperkirakan tidak hanya memengaruhi hubungan Washington dan Teheran, tetapi juga berpotensi mengubah dinamika konflik di Lebanon, keseimbangan kekuatan regional, serta kebijakan keamanan Israel di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *