AS Kehilangan Banyak Drone MQ-9 Reaper dalam Konflik Iran, Pentagon Cari Pengganti

favicon progres.id
drone mq-9 reaper amerika
Drone MQ-9 Reaper (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Militer Amerika Serikat dilaporkan menghadapi tantangan baru setelah kehilangan sejumlah besar drone tempur dan pengintai selama konflik dengan Iran. Kondisi tersebut disebut memaksa Pentagon mencari berbagai cara untuk menutup kekurangan armada pesawat tanpa awak yang menjadi salah satu tulang punggung operasi militer AS.

Menurut laporan yang beredar, Angkatan Udara Amerika Serikat kehilangan puluhan drone jenis MQ-9 Reaper dalam berbagai operasi selama perang dengan Iran. Drone tersebut selama ini digunakan untuk misi pengintaian, pengawasan, hingga serangan presisi terhadap target darat.

Besarnya jumlah kehilangan disebut membuat Pentagon kesulitan melakukan penggantian dalam waktu singkat. Otoritas pertahanan AS kini dikabarkan berupaya mencari unit-unit yang masih tersedia di pasar, termasuk memanfaatkan kembali pesawat yang sebelumnya telah dipensiunkan.

Laporan itu menyebut sejumlah drone yang berada di fasilitas penyimpanan atau “kuburan pesawat” militer mulai ditinjau sebagai opsi untuk mempercepat pemulihan kemampuan operasional armada.

Situasi tersebut menunjukkan tingginya tingkat konsumsi aset udara tak berawak dalam konflik modern, terutama ketika menghadapi sistem pertahanan udara yang semakin canggih.

Drone MQ-9 Reaper merupakan salah satu platform andalan militer AS yang diproduksi oleh General Atomics. Pesawat tanpa awak ini dikenal memiliki kemampuan terbang jarak jauh, membawa berbagai sensor pengintaian, serta mampu meluncurkan rudal dan bom berpemandu presisi.

Namun, bahkan pihak produsen disebut mengakui keterbatasan stok yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengadaan baru dalam waktu cepat. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah drone yang dapat segera disediakan diperkirakan tidak lebih dari 10 unit.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan Amerika Serikat mempertahankan tingkat operasi udara tanpa awak jika konflik berkepanjangan kembali terjadi.

Hingga kini, Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jumlah pasti drone yang hilang maupun langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi kekurangan armada MQ-9 Reaper tersebut.

Meski demikian, laporan tersebut menjadi gambaran mengenai besarnya tantangan logistik dan kebutuhan penggantian peralatan yang dihadapi militer modern ketika terlibat dalam konflik berskala besar dan berintensitas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *