PROGRES.ID – Komando Pusat Militer Amerika Serikat, United States Central Command (CENTCOM), mengumumkan pengerahan satuan tugas amfibi yang terdiri dari sekitar 3.500 marinir dan pelaut ke kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X, CENTCOM menyebut pasukan tersebut tiba di wilayah tanggung jawabnya pada 27 Maret dengan menumpang kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7).
Kapal tersebut merupakan kapal utama dalam Tripoli Amphibious Ready Group sekaligus membawa Unit Ekspedisi Marinir ke-31. Satuan ini terdiri dari ribuan marinir dan pelaut, serta dilengkapi dengan pesawat angkut, pesawat tempur serang, dan berbagai peralatan taktis serta kendaraan amfibi untuk operasi militer.
Pengerahan ini merupakan bagian dari peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pasukan amfibi dikenal memiliki kemampuan untuk melakukan operasi dari laut ke darat, termasuk pengerahan cepat, pengamanan wilayah strategis, operasi evakuasi, hingga kemungkinan serangan terhadap target di wilayah pesisir.
Sementara itu, laporan dari The Wall Street Journal menyebut Pentagon sedang mempertimbangkan penambahan hingga 10.000 pasukan darat ke Timur Tengah guna memberikan lebih banyak opsi militer kepada Presiden AS, Donald Trump, selain jalur diplomasi.
Jika rencana tersebut direalisasikan, pasukan tambahan itu akan bergabung dengan sekitar 5.000 marinir serta ribuan pasukan lintas udara dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang sebelumnya telah lebih dulu dikerahkan ke kawasan tersebut.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai lokasi penempatan pasukan tambahan tersebut. Namun, mereka diperkirakan akan ditempatkan di wilayah yang memungkinkan operasi militer menjangkau Iran maupun Pulau Kharg, yang merupakan salah satu pusat utama ekspor minyak Iran.












