AS Rugi Rp 12 Triliun Akibat 24 MQ-9 Reaper Ditembak Jatuh Iran Selama Perang 40 Hari

favicon progres.id
drone mq-9 reaper amerika
Drone MQ-9 Reaper (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian besar dalam konflik yang terus memanas dengan Iran, setelah puluhan drone tempur andalannya berhasil ditembak jatuh sejak akhir Februari 2026.

Laporan terbaru menyebutkan, delapan unit MQ-9 Reaper hilang hanya dalam periode awal April. Dengan tambahan tersebut, total drone yang jatuh sejak konflik dimulai kini mencapai 24 unit.

Mengutip laporan CBS News yang bersumber dari dua pejabat AS, kerugian finansial akibat kehilangan drone-drone tersebut diperkirakan mencapai sekitar 720 juta dolar AS atau setara Rp 12 triliun.

Setiap unit MQ-9 Reaper diketahui memiliki nilai sekitar 30 juta dolar AS atau lebih, tergantung pada spesifikasi dan perlengkapannya. Drone ini merupakan salah satu aset utama militer AS untuk misi intelijen, pengawasan, hingga serangan presisi jarak jauh.

Sementara itu, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah juga terus meluas. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menyerang lebih dari 13.000 target di wilayah Iran sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari.

Sebagai balasan, Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap berbagai target di sedikitnya 12 negara, menandai meluasnya konflik ke skala regional.

Meski kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan sempat diumumkan pada awal April, situasi di lapangan masih belum menunjukkan stabilitas. Serangan dilaporkan masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Lebanon.

Sejumlah negara seperti Pakistan, Turkiye, China, Arab Saudi, dan Mesir turut terlibat dalam upaya mediasi untuk meredakan ketegangan.

Bahkan, Islamabad menjadi lokasi pertemuan langsung antara delegasi Amerika Serikat dan Iran, dalam upaya mencari jalan menuju kesepakatan damai jangka panjang.

Namun, dengan terus bertambahnya kerugian militer dan meluasnya area konflik, peluang tercapainya stabilitas di kawasan masih dipenuhi ketidakpastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *