PROGRES.ID – Sejumlah kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran tetap melintasi Selat Hormuz meski Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan blokade laut di kawasan tersebut, berdasarkan data pelacakan maritim.
Setidaknya dua kapal tercatat berhasil melewati jalur strategis itu setelah ancaman dilontarkan Washington. Data dari perusahaan pelacakan maritim Kpler menyebutkan, total ada empat kapal terkait Iran yang tetap menggunakan rute tersebut.
Salah satunya adalah kapal kargo berbendera Liberia, Christianna, yang sebelumnya menurunkan sekitar 74.000 ton jagung di Pelabuhan Bandar Imam Khomeini. Kapal itu melintas di sekitar Pulau Larak pada 13 April pukul 16.00 GMT sebelum keluar dari Selat Hormuz.
Kapal lainnya, tanker berbendera Komoro bernama Elpis, juga terdeteksi berada di sekitar Pulau Larak pada pukul 11.00 GMT dan keluar dari selat sekitar pukul 16.00 GMT. Kapal tersebut membawa sekitar 31.000 ton metanol setelah berangkat dari Pelabuhan Bushehr pada 31 Maret.
Selain itu, sebuah tanker asal China, Rich Starry, juga dilaporkan melintasi Selat Hormuz pada malam hari melalui jalur yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak.
Sebelumnya, Komando Pusat AS United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade akan menyasar kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Laut Oman.
Namun, analis maritim memperingatkan bahwa data pelacakan kapal di kawasan tersebut bisa mengalami gangguan atau manipulasi sinyal, sehingga akurasi posisi kapal tidak selalu dapat dipastikan sepenuhnya.
Ketegangan meningkat setelah Iran memberlakukan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz menyusul konflik dengan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan akan menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran, yang diklaim mulai berlaku pada Senin.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa kehadiran kapal militer di sekitar Selat Hormuz dapat melanggar gencatan senjata yang masih rapuh setelah 40 hari konflik. Militer Iran juga mengisyaratkan kemungkinan respons lebih luas di kawasan jika pelabuhan mereka menjadi target serangan.










