PROGRES.ID – Angkatan bersenjata Iran bersama kelompok perlawanan di kawasan terus melanjutkan operasi militer balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam rangkaian Operasi True Promise 4.
Pada Kamis, 26 Maret 2026, Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran kembali melancarkan sejumlah operasi militer sebagai bagian dari operasi tersebut. Operasi True Promise 4 sendiri dimulai tak lama setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar terhadap Iran pada 28 Februari.
Sejauh ini, militer Iran dilaporkan telah melancarkan puluhan gelombang serangan rudal dan drone menggunakan persenjataan canggih. Serangan tersebut menyasar fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan dan aset militer Amerika yang tersebar di kawasan Asia Barat.
Kelompok perlawanan di kawasan juga terlibat dalam operasi ini. Hizbullah di Lebanon dan kelompok Perlawanan Islam di Irak dilaporkan ikut melancarkan serangan terhadap target yang disebut sebagai bagian dari kekuatan musuh. Kelompok perlawanan Irak bahkan disebut melakukan operasi hampir setiap hari, terutama menargetkan aset militer Amerika di Irak dan sejumlah negara Arab lainnya.
Serangan yang dilakukan Iran dalam berbagai gelombang operasi menunjukkan jangkauan militer yang luas, mulai dari wilayah gurun Negev di selatan hingga wilayah utara dekat perbatasan Lebanon. Beberapa target disebut berada di sekitar fasilitas strategis, termasuk lokasi militer di dekat fasilitas nuklir di Dimona.
Selain menyasar instalasi militer, beberapa serangan juga menargetkan pusat ekonomi dan wilayah strategis Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa. Pangkalan udara militer seperti Nevatim dan Ramat David juga termasuk dalam daftar target operasi.
Berikut sejumlah wilayah yang dilaporkan menjadi sasaran dalam berbagai gelombang Operasi True Promise 4 hingga gelombang ke-76:
Beit Shemesh di Distrik Yerusalem, Tel Aviv, Yerusalem Timur, wilayah Negev, Beersheba, Nahariya, Nevatim, Galilea, Dataran Tinggi Golan, Haifa, Rishon LeZion, Caesarea, Zar’it, Shlomi, Kiryat Shmona, Hadera, Eilat, Be’er Ya’akov, Bnei Brak, Petah Tikva, Ramat David, Holon, Arad, Ramat Gan, Dimona, Kiryat Gat, Ben Ami, Acre, dan Savion.
Wilayah-wilayah tersebut mencakup lokasi militer, pusat intelijen, kawasan industri, hingga wilayah perkotaan strategis. Daftar target ini menunjukkan bahwa operasi militer Iran tidak hanya terfokus pada satu kawasan, tetapi mencakup berbagai wilayah penting dari utara hingga selatan wilayah yang dikuasai Israel.
Operasi True Promise 4 disebut masih berlangsung dan menjadi bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sumber: PressTV












