Donald Trump Ajukan Penundaan Hukuman, Jaksa New York Tidak Menolak

donald trump
Mantan Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para wartawan ketika berkunjung ke sebuah swalayan di New York, pada 16 April 2024. (Foto: AP/Yuki Iwamura via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Jaksa penuntut New York pada Selasa (2/7/2024) menyetujui permintaan mantan Presiden Donald Trump untuk menunda hukuman atas kasus kriminalnya.

Hal ini memungkinkan hakim yang mengawasi persidangan untuk mempertimbangkan apakah keputusan terbaru Mahkamah Agung AS mungkin mempengaruhi pembatalan vonis tersebut.

Bacaan Lainnya

Trump dijadwalkan akan menerima hukuman pada 11 Juli mendatang atas 34 dakwaan yang ditujukan padanya.

Dakwaan ini menuduh Trump secara ilegal mencoba mempengaruhi hasil kampanye kepresidenannya pada 2016 dengan memalsukan catatan bisnis.

Pemalsuan ini dilakukan untuk menutupi pembayaran sebesar $130.000 kepada seorang bintang film porno, dengan tujuan membungkam klaim bahwa mereka memiliki hubungan semalam pada tahun 2006 – klaim yang dibantah oleh Trump.

Namun, pada Senin (1/7/2024), Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Trump tidak dapat didakwa dengan pelanggaran yang terkait dengan tindakan resminya sebagai presiden, meskipun dia bisa menghadapi tuntutan atas tindakan yang tidak resmi.

Putusan Mahkamah Agung ini berfokus pada tindakan Trump pada akhir 2020 dan 2021 yang menuduhnya secara ilegal mencoba membatalkan kekalahannya dalam pemilihan tahun 2020.

Sebagian besar kesaksian dalam kasus uang tutup mulut di New York berpusat pada tindakan Trump saat berkampanye untuk menjadi presiden pada 2015 dan 2016, sebelum ia memenangkan pemilu delapan tahun lalu, dan beberapa minggu sebelum ia menjabat.

Jaksa Joshua Steinglass mengatakan kepada Hakim Mahkamah Agung New York, Juan Merchan, dalam sebuah surat pada Selasa bahwa meskipun jaksa penuntut “percaya argumen terdakwa tidak beralasan,” mereka tidak menentang penundaan hukuman yang dijadwalkan.

Tim pengacara Trump meminta agar mereka memiliki waktu hingga 10 Juli untuk mengajukan permohonan pembatalan putusan, sementara Steinglass meminta agar jaksa penuntut memiliki waktu hingga 24 Juli untuk memberikan tanggapan. [ka/ns]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.