PROGRES.ID– Sang Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan kritik tajam terhadap Israel atas peningkatan jumlah pasukan yang mereka kerahkan dalam menghadapi warga Palestina dalam serangan baru-baru ini. Ia juga dengan tegas memperingatkan Israel agar tidak memperburuk situasi dengan meningkatkan kekerasan.
Operasi militer besar-besaran oleh Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat pada awal pekan ini telah menelan korban jiwa, dengan 12 orang Palestina dan seorang tentara Israel yang tewas.
“Saya dengan tegas mengutuk segala bentuk kekerasan yang menargetkan warga sipil, termasuk tindakan teror,” tegas Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam jumpa pers di New York pada hari Kamis (6/7/2023)
“Ilustrasi kekuatan yang berlebihan dalam penempatan pasukan Israel sangatlah mengkhawatirkan. Meskipun Israel memiliki kekhawatiran keamanan yang sah, namun meningkatkan eskalasi bukanlah solusi yang tepat. Tindakan semacam itu hanya akan memperdalam radikalisasi dan menghasilkan siklus kekerasan serta tumpah darah yang lebih parah,” jelasnya.
Dalam serangan militer di kamp pengungsian militan Jenin di Tepi Barat pada hari Selasa, 4 Juli 2023, sebuah bom yang dilemparkan oleh warga Palestina meledak di dekat kendaraan milik tentara Israel. Serbuan Israel yang melibatkan ratusan tentara, serangan drone, dan bulldozer lapis baja ini ditujukan kepada kota Jenin di utara Tepi Barat yang menjadi markas sejumlah kelompok bersenjata Palestina.
Guterres menyebut serangan udara dan operasi darat Israel di kamp pengungsian yang padat tersebut sebagai tindakan kekerasan terburuk yang terjadi di Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir. Serangan ini memberikan dampak yang besar terhadap warga sipil, termasuk lebih dari seratus orang terluka dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.
Di tengah gelombang kekerasan yang berlangsung selama beberapa hari ini, pada hari Selasa, 4 Juli 2023, seorang pelaku serangan Palestina di Tel Aviv melukai tujuh warga Israel dalam serangan menggunakan mobil dan tusukan, sebelum akhirnya ditembak mati oleh seorang warga sipil bersenjata.
“Untuk menciptakan kembali harapan bagi warga Palestina terhadap proses politik yang bermakna, yang dapat mengarah pada solusi dua negara dan mengakhiri pendudukan, adalah kontribusi yang sangat penting bagi Israel dalam memastikan keamanan sendiri,” tambah Guterres.
Guterres juga menyerukan agar Israel, sebagai negara yang melakukan pendudukan, memastikan perlindungan terhadap warga sipil dari segala bentuk kekerasan.(voa)












