Fethullah Gulen, Ulama Kontroversial Asal Turki, Meninggal Dunia dalam Pengasingan di AS

favicon progres.id
Fethullah gulen
Fethullah Gulen (Foto: Turkiye Today)

PROGRES.ID – Fethullah Gulen, ulama berpengaruh dan sosok kontroversial asal Turki, meninggal dunia dalam usia 83 tahun di Amerika Serikat.

Gulen, yang dikenal sebagai pemimpin gerakan Islam Hizmet dan pernah dituduh mendalangi upaya kudeta terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan, menghembuskan napas terakhir di rumah sakit pada Minggu malam (20/10/2024) waktu setempat.

Berita kematiannya disampaikan oleh televisi lokal Turki dan situs Herkul, yang sering mempublikasikan ceramah-ceramah Gulen. Meski demikian, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit yang menyebabkan kematian ulama tersebut.

Perjalanan Gulen: Dari Sekutu Erdogan Menjadi Musuh Negara

Fethullah Gulen bukan sosok asing dalam politik Turki. Ia mendirikan dan memimpin gerakan Hizmet, sebuah organisasi Islam yang memiliki pengaruh besar di bidang pendidikan dan sosial, baik di Turki maupun di luar negeri.

Namun, hubungannya dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan berubah drastis. Gulen, yang semula sekutu dekat Erdogan, kemudian dituding sebagai pemimpin kelompok teroris oleh pemerintah Turki dan dianggap sebagai dalang kudeta gagal tahun 2016.

Kudeta tersebut melibatkan sekelompok militer yang menggunakan jet tempur, tank, dan helikopter untuk mencoba merebut kekuasaan.

Upaya kudeta itu berakhir dengan kegagalan, namun meninggalkan luka mendalam: 250 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Erdogan langsung menindak keras para pendukung Gulen, dengan puluhan ribu orang ditangkap dan banyak lembaga yang terkait Hizmet ditutup.

Pengasingan Panjang di Amerika Serikat

Sejak tahun 1999, Gulen memilih meninggalkan Turki dan menetap di Pennsylvania, Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, ia membantah semua tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam kudeta tersebut. Namun, pemerintah Turki mencabut kewarganegaraan Gulen pada tahun 2017, mempertegas statusnya sebagai musuh negara.

Gulen menghabiskan sisa hidupnya di pengasingan, tetap berpegang pada ajaran-ajarannya dan mengkritik pemerintahan Erdogan dari kejauhan.

Reaksi Dunia dan Sikap Diam Erdogan

Meski kabar kematian Fethullah Gulen telah menyebar luas, hingga saat ini Presiden Erdogan belum memberikan komentar resmi. Mengingat sejarah panjang dan penuh konflik antara keduanya, publik menantikan apakah kematian Gulen akan membawa dampak baru dalam dinamika politik Turki.

Kepergian Gulen menutup babak penting dalam sejarah hubungan agama dan kekuasaan di Turki. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai tokoh kontroversial: bagi sebagian orang, ia adalah ulama berpengaruh dengan visi pendidikan, tetapi bagi yang lain, ia tetap dianggap sebagai pengkhianat bangsa.

Kini, dengan kepergian Gulen, pertanyaan baru muncul—apakah konflik ideologis dan politik yang ia tinggalkan akan terus mempengaruhi politik Turki di masa mendatang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *