PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Iran melancarkan gelombang ke-81 dalam rangkaian operasi militer yang mereka sebut sebagai “Janji Sejati 4” pada Rabu, 25 Maret 2026. Dalam pernyataan resminya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan lebih dari 70 lokasi di wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
IRGC menyatakan bahwa dalam gelombang serangan kali ini digunakan beberapa jenis rudal, termasuk Emad, Qiam, Khorramshahr-4, dan Qadr-1. Serangan disebut menyasar berbagai wilayah strategis di Israel.
Beberapa kota yang dilaporkan menjadi sasaran serangan antara lain Tel Aviv, Haifa, Dimona, dan Hadera, termasuk wilayah utara dan selatan Tel Aviv. IRGC menyebutkan serangan dilakukan dengan kombinasi berbagai jenis rudal jarak menengah dan jarak jauh.
Sementara itu, pihak militer Israel melalui Israel Defense Forces mengakui adanya sejumlah titik yang terdampak serangan. Dalam laporan yang dikutip dari media berbahasa Ibrani, disebutkan sedikitnya 24 lokasi yang dilaporkan mengalami guncangan keras akibat serangan rudal tersebut.
Dari jumlah tersebut, tiga lokasi berada di wilayah Galilea Barat, sebelas lokasi di Haifa dan wilayah teluknya, serta sepuluh lokasi di wilayah Acre dan sekitarnya.
Serangan gelombang terbaru ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik antara Iran dan Israel masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi, ditandai dengan serangan rudal yang menargetkan banyak lokasi dalam satu waktu. Situasi ini juga meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama karena serangan tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.










