PROGRES.ID – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-83 dalam Operasi True Promise 4 pada Jumat dini hari, dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut menargetkan berbagai aset strategis milik kedua pihak, termasuk fasilitas penyimpanan bahan bakar dan depot minyak di Ashdod, lokasi militer di kawasan Modi’in, serta pusat pertukaran informasi militer milik Amerika Serikat.
Serangan juga diarahkan ke pangkalan militer Amerika di Al-Dhafra dan Al-Udeid, serta fasilitas hanggar penyimpanan dan perawatan pesawat angkut dan drone di Pangkalan Udara Ali Al-Salem. Selain itu, fasilitas penyimpanan bahan bakar pesawat tempur dan hanggar perawatan sistem rudal Patriot di Pangkalan Sheikh Isa turut menjadi sasaran.
IRGC menyatakan bahwa serangan dilakukan menggunakan berbagai jenis persenjataan canggih, mulai dari rudal jarak jauh dan menengah berbahan bakar padat maupun cair, hingga drone tempur dan drone kamikaze dengan kemampuan serangan presisi.
Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim operasi tersebut berjalan efektif dan mencapai target yang ditentukan. Mereka juga menyebut dampak serangan membuat aktivitas warga di Israel terganggu, dengan sirene peringatan dan aktivitas berlindung di bunker menjadi bagian dari keseharian.
Hingga saat ini, Iran dilaporkan telah melancarkan lebih dari 80 gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan Amerika Serikat di berbagai titik di Asia Barat.
Operasi balasan ini dimulai setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, sejumlah pejabat militer, serta warga sipil.
Kelompok perlawanan di kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon dan kelompok perlawanan di Irak, juga dilaporkan turut terlibat dalam serangan terhadap target militer Amerika dan Israel.
Sementara itu, juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, sebelumnya menyatakan bahwa tekanan militer telah memaksa sebagian pasukan Amerika meninggalkan pangkalan mereka dan berpindah ke fasilitas sipil seperti hotel.
Di sisi lain, Angkatan Darat Iran juga melaporkan serangan drone yang menargetkan fasilitas strategis di pelabuhan Haifa. Target yang diserang mencakup pusat produksi dan perawatan kapal militer Israel di kawasan Mediterania Timur, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar untuk pesawat tempur.
Konflik yang terus meningkat ini menunjukkan eskalasi militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dengan serangan yang kini tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga infrastruktur strategis di kawasan.












