Gelombang ke-88 Operasi True Promise 4: Angkatan Laut IRGC Klaim Luncurkan Serangan Besar ke Target AS-Israel

favicon progres.id
rudal sejjil
Rudal Sejjil (Foto: Tasnim News)

PROGRES.ID – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melaksanakan empat operasi terhadap target yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel pada Selasa dini hari, sebagai bagian dari gelombang ke-88 Operasi “True Promise 4”.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyebut serangan tersebut sebagai ofensif “besar” yang menyasar sejumlah posisi lawan di kawasan.

Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim sebuah kapal kontainer milik Israel bernama Express Halfong dihantam rudal balistik di perairan Teluk Persia.

Selain itu, dalam operasi gabungan lainnya, IRGC menyatakan telah menargetkan dan menghancurkan lokasi persembunyian marinir Amerika Serikat di pesisir Uni Emirat Arab menggunakan drone peledak. Lokasi tersebut disebut digunakan sebagai tempat berlindung di luar pangkalan militer.

IRGC juga mengklaim telah menghancurkan sistem anti-drone milik Armada Kelima Angkatan Laut AS yang ditempatkan di luar pangkalan dekat bandara Manama, Bahrain.

Tidak hanya itu, dua radar peringatan dini canggih di pangkalan militer AS “Jaber al-Ahmad” di Kuwait juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.

rudal iran hajar israel
Pecahan roket jatuh di Givat Shmuel di pusat wilayah Palestina yang diduduki zionis (Foto: Telegram/X)

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh mereka, serta memperingatkan bahwa setiap pergerakan pihak lawan akan direspons dengan serangan rudal dan drone.

Gelombang ke-88 ini merupakan bagian dari rangkaian serangan balasan yang hampir terjadi setiap hari sejak meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Sejak saat itu, Iran melancarkan berbagai serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat serta posisi Israel di wilayah pendudukan. IRGC menyebut operasi tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang sah berdasarkan hukum internasional.

Dalam beberapa hari terakhir, intensitas dan skala serangan Iran dilaporkan meningkat.

Pada Senin sebelumnya, IRGC melaksanakan gelombang ke-87 Operasi “True Promise 4” dengan menargetkan pusat komando dan instalasi militer AS di berbagai wilayah. Operasi tersebut disebut sebagai penghormatan kepada Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Muda Alireza Tangsiri.

Dalam serangan tersebut, IRGC mengklaim telah menghancurkan pusat komando AS di dekat Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab serta lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian komandan Armada Kelima AS di Bahrain.

Selain target militer, IRGC juga memperluas sasaran ke infrastruktur ekonomi yang dikaitkan dengan rantai pasok militer AS.

Pada 28 Maret, Iran dilaporkan menyerang fasilitas Emirates Aluminum (EMAL) di Uni Emirat Arab dan Aluminum Bahrain (ALBA) dalam operasi gabungan rudal dan drone. Kedua fasilitas tersebut disebut memiliki peran dalam mendukung industri militer Amerika Serikat.

Serangan itu disebut sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap industri Iran, termasuk dua produsen baja utama di provinsi Isfahan dan Khuzestan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *