PROGRES.ID – Serangan gabungan yang melibatkan Iran dan kelompok bersenjata Hizbullah kembali mengguncang wilayah Israel setelah sejumlah rudal dan drone diluncurkan ke berbagai titik strategis di wilayah Palestina yang diduduki. Serangan terbaru ini memicu kebakaran besar serta kerusakan infrastruktur di beberapa lokasi.
Laporan media setempat menyebutkan sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di berbagai kota, termasuk di Tel Aviv dan wilayah lain di bagian tengah hingga selatan Israel, setelah rudal diluncurkan dari Iran dan Lebanon.
Pabrik dan Jalan Rusak akibat Ledakan
Sejumlah rekaman video yang beredar menunjukkan dampak serangan berupa kebakaran hebat di sebuah fasilitas industri serta kerusakan parah pada ruas jalan. Ledakan tersebut diduga berasal dari proyektil rudal kluster yang menghantam kawasan di wilayah tengah Palestina yang diduduki.
Media Israel juga melaporkan satu rudal Iran menghantam bangunan tiga lantai di kota Shoham yang terletak di tenggara Tel Aviv. Serangan itu memicu kebakaran di gedung tersebut dan memaksa tim darurat melakukan upaya pemadaman.
IRGC Klaim Serangan Gelombang ke-45
Dalam pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan ke-45 terhadap target yang mereka sebut sebagai infrastruktur militer Israel.
Menurut IRGC, serangan kali ini menargetkan infrastruktur yang berkaitan dengan Komando Utara Israel serta sejumlah konsentrasi pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Beberapa lokasi yang disebut menjadi sasaran termasuk kota pelabuhan Haifa, wilayah Caesarea, serta kawasan perbatasan utara seperti Zar’it dan Shlomi.
Selain itu, kompleks industri militer di Holon juga dilaporkan menjadi target serangan yang melibatkan drone Hizbullah dan rudal Iran.
Targetkan Pangkalan dan Pasukan AS
IRGC juga menyatakan bahwa mereka mengidentifikasi sejumlah konsentrasi pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang disebut turut menjadi sasaran setelah sebelumnya diperingatkan untuk mundur.
Beberapa lokasi yang disebut antara lain pangkalan udara Al Dhafra Air Base di Uni Emirat Arab serta fasilitas militer di Erbil, Irak.
Menurut pernyataan tersebut, target-target tersebut diserang menggunakan rudal berat dan drone tempur sebagai bagian dari eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan.
Ketegangan Regional Terus Meningkat
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Iran, Hizbullah, serta sekutu masing-masing pihak.
Sejumlah wilayah Israel dalam beberapa pekan terakhir berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul gelombang serangan rudal dan drone lintas perbatasan, sementara operasi militer balasan juga terus dilaporkan terjadi di berbagai titik konflik.












