PROGRES.ID – Iran kembali melancarkan serangan dalam gelombang ke-72 melalui operasi militer yang disebut “Janji Sejati 4”. Dalam pernyataan resminya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut serangan kali ini menargetkan wilayah Israel serta Armada Kelima Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Menurut IRGC, operasi gelombang ke-72 tersebut dilakukan menggunakan rudal jarak jauh jenis Qadr missile dan Emad missile. Kedua rudal ini diklaim memiliki daya hancur lebih besar dibandingkan dengan rudal yang digunakan sebelumnya, serta dilengkapi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi dalam menghantam target.
IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan wilayah utara dan bagian tengah wilayah Israel serta posisi Armada Kelima Amerika Serikat. Mereka juga mengklaim bahwa dalam operasi tersebut, sistem rudal Iran berhasil menembak jatuh skuadron jet tempur F-16 Fighting Falcon Israel yang disebut sebagai “hadiah Idul Fitri” bagi rakyat Iran pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa sistem ofensif dan defensif yang dikembangkan di dalam negeri akan terus meningkatkan kemampuan militer Iran, termasuk dalam menembak jatuh pesawat tempur dan melancarkan serangan presisi jarak jauh.
IRGC juga menyampaikan pesan keras kepada pihak yang mereka sebut sebagai musuh. Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa kehidupan masyarakat di wilayah Israel akan terus berada dalam situasi siaga karena sirene peringatan serangan yang terus berbunyi.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait klaim serangan gelombang ke-72 yang disampaikan Iran. Namun, situasi ini menunjukkan ketegangan di kawasan Timur Tengah masih terus meningkat seiring berlanjutnya konflik militer yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Serangan gelombang terbaru ini menjadi salah satu operasi militer terbesar yang diklaim Iran dalam konflik yang sedang berlangsung, sekaligus menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan tersebut.












