PROGRES.ID – Kelompok perlawanan di Lebanon mengklaim telah mencapai sejumlah capaian strategis di tengah eskalasi serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan dan kawasan lainnya.
Dalam pernyataan yang beredar di media pro-perlawanan, disebutkan bahwa tekanan militer yang terus dilakukan telah menyebabkan wilayah utara Israel di dekat perbatasan mengalami pengosongan penduduk, karena warga belum dapat kembali akibat ancaman serangan lintas batas yang berkelanjutan.
Klaim tersebut menyebut kondisi itu memicu tekanan sosial dan ekonomi bagi Israel, terutama di kawasan permukiman utara yang terdampak konflik berkepanjangan.
Selain itu, kelompok perlawanan juga menyatakan telah menggunakan jenis pesawat nirawak baru berbasis teknologi serat optik. Sistem tersebut diklaim mampu menghindari gangguan elektronik dan menembus sistem pertahanan udara Israel yang selama ini digunakan untuk menghadapi serangan drone.
Jika benar digunakan secara luas, teknologi itu dinilai dapat menjadi tantangan baru bagi sistem pertahanan Israel Defense Forces di front utara.
Di sisi lain, sumber yang sama menyebut adanya aktivasi unit tempur khusus untuk operasi langsung di wilayah pendudukan. Langkah tersebut diklaim bertujuan menghambat pergerakan pasukan Israel dan mencegah stabilisasi militer di kawasan perbatasan South Lebanon.
Kelompok perlawanan juga menegaskan bahwa meski menghadapi blokade selama 15 bulan dan serangan luas di berbagai wilayah Lebanon, struktur organisasinya tetap bertahan dan mampu melakukan reorganisasi kekuatan.
Pernyataan itu muncul saat ketegangan antara Israel dan Hezbollah terus meningkat, dengan baku serang lintas perbatasan masih berlangsung meski berbagai upaya gencatan senjata terus didorong.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait klaim terbaru tersebut.












