Hizbullah Ultimatum Pemukim Israel: Kosongkan Rumah 5 Km dari Perbatasan atau Hadapi Serangan Rudal

favicon progres.id
perang israel hizbullah
Perang Israel-Hizbullah (Foto: REUTERS)

PROGRES.ID – Ketegangan di perbatasan Lebanon dan Israel kembali meningkat setelah kelompok bersenjata Hezbollah mengeluarkan peringatan keras kepada warga Israel yang tinggal di wilayah utara dekat garis perbatasan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis (5/3/2026), Hizbullah meminta para pemukim Israel segera meninggalkan rumah mereka yang berada dalam radius 5 kilometer dari perbatasan Lebanon, atau berisiko menjadi target serangan balasan.

Ultimatum Evakuasi bagi Pemukim Israel

Hizbullah menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas serangan militer Israel yang dianggap melanggar kedaulatan Lebanon serta menimbulkan korban sipil.

“Semua permukiman yang berada dalam radius lima kilometer dari perbatasan harus segera dievakuasi,” demikian bunyi pernyataan Hizbullah.

Kelompok tersebut juga menuduh Israel melakukan serangan terhadap wilayah Lebanon, termasuk menargetkan infrastruktur sipil dan warga tak bersenjata.

Menurut Hizbullah, aksi militer Israel tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Serangan Israel Picu Pengungsian di Lebanon

Ultimatum itu muncul setelah militer Israel melancarkan serangan udara di kawasan pinggiran Beirut, ibu kota Lebanon. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan memaksa ribuan warga setempat mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman.

Ketegangan lintas perbatasan pun semakin meningkat, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.

Hizbullah Tingkatkan Serangan Rudal dan Drone

Di sisi lain, Hizbullah dilaporkan terus meningkatkan intensitas serangan ke wilayah yang diduduki Israel. Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal jarak menengah serta drone bersenjata yang menargetkan berbagai lokasi strategis.

Konflik ini memperluas eskalasi perang di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sudah memanas akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel.

Pengamat keamanan menilai bahwa jika ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel terus meningkat, kawasan tersebut berpotensi menjadi front baru dalam konflik regional yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *