Iran Ancam Balas Lebih Keras, Ketua Parlemen Sebut Pangkalan AS dan Israel Kini Jadi Target Sah

favicon progres.id
ketua parlemen iran mohammad bager qalibaf
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bager Qalibaf (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa pangkalan militer serta aset milik kedua negara di kawasan kini dapat dianggap sebagai target yang sah oleh Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf melalui akun media sosialnya sebagai tanggapan atas serangan Israel ke kawasan Dahiyeh di Beirut selatan serta komentar terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi regional.

Mengutip laporan Pars Today yang merujuk pada Kantor Berita IRIB, Qalibaf menuduh Amerika Serikat dan Israel tidak menunjukkan komitmen terhadap gencatan senjata maupun jalur diplomasi.

“Mereka tidak mematuhi gencatan senjata dan tidak percaya pada negosiasi. Melalui blokade laut terhadap rakyat Iran serta pelanggaran kesepakatan terkait Lebanon, mereka menunjukkan bahwa yang mereka pahami hanyalah bahasa kekuatan,” tulis Qalibaf.

Politikus senior Iran itu juga menuding Washington telah memberikan lampu hijau kepada Israel untuk melanjutkan operasi militernya di kawasan. Menurutnya, langkah tersebut semakin memperburuk situasi keamanan regional.

Qalibaf menegaskan bahwa kebijakan blokade terhadap Iran dan dukungan Amerika Serikat terhadap tindakan Israel telah mengubah status pangkalan militer dan aset kedua negara di kawasan menjadi sasaran yang sah untuk diserang.

Ia juga menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran siap mengambil langkah yang diperlukan jika tekanan terhadap negaranya terus berlanjut.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel setelah serangkaian serangan serta aksi balasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah dan keterlibatan lebih jauh dari kekuatan regional maupun internasional.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan terbaru yang disampaikan Ketua Parlemen Iran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *