PROGRES.ID – Pemerintah Iran dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan adanya rencana pemindahan uranium yang telah diperkaya ke luar negeri, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan upaya diplomatik untuk mencegah kemungkinan serangan militer Amerika Serikat.
Sebelumnya, sejumlah media Israel melaporkan bahwa Turkiye disebut menawarkan diri untuk menyimpan stok uranium Iran sebagai bagian dari upaya mediasi internasional. Langkah tersebut diklaim sebagai solusi sementara guna meredakan kekhawatiran Washington terhadap program nuklir Teheran.
Dalam laporan tersebut, seorang pejabat tinggi Turkiye mengatakan kepada Haaretz bahwa Ankara berpotensi mengusulkan pemindahan sekitar 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen, termasuk stok lainnya, ke wilayah Türkiye. Material itu disebut akan disimpan dengan jaminan tidak akan dikembalikan ke Iran.
Peran Türkiye dalam Mediasi
Media Israel juga menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan berada di garis depan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat. Upaya ini berlangsung di tengah penambahan kekuatan militer AS di kawasan dan meningkatnya tekanan internasional terhadap program nuklir Iran.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh otoritas Iran.
Teheran Tegaskan Tidak Ada Rencana Pemindahan
Menukil Turkiyetoday.com, Ali Bagheri, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana apa pun untuk memindahkan uranium yang telah diperkaya ke negara lain.
“Tidak ada rencana untuk mentransfer material nuklir yang telah diperkaya ke negara mana pun,” ujar Bagheri, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Tidak Masuk Agenda Perundingan
Bagheri juga menekankan bahwa isu pemindahan uranium tidak pernah menjadi bagian dari agenda negosiasi yang sedang berlangsung. Ia menepis spekulasi bahwa Iran tengah membahas opsi tersebut dengan pihak mana pun.
Hingga kini, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai detail perundingan diplomatik yang disebut dalam laporan media Israel tersebut.
Pernyataan Iran ini menegaskan sikap Teheran bahwa kendali atas program nuklirnya tetap berada sepenuhnya di tangan pemerintah, sekaligus membantah narasi yang berkembang di tengah meningkatnya tensi kawasan.
***












