Iran Desak Rusia dan China Blokir Langkah AS di DK PBB

favicon progres.id
abbas aragchi
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi (Foto: TasnimNews)

PROGRES.ID – Iran meminta Rusia dan China untuk mencegah langkah Amerika Serikat di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dinilai dapat memperburuk ketegangan di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Senin (waktu setempat).

Iran Kritik Resolusi yang Diusulkan AS

Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi mengecam langkah Amerika Serikat dan sekutunya yang mengusulkan resolusi di DK PBB. Ia menilai upaya tersebut sebagai bentuk manipulasi terhadap mekanisme internasional untuk menekan Iran.

Ia juga meminta negara-negara anggota DK PBB, khususnya Rusia dan China, untuk menjunjung prinsip Piagam PBB dan mencegah penggunaan forum tersebut untuk memperkeruh situasi.

Menurut Araghchi, resolusi yang diajukan sebelumnya justru menyalahkan Iran dan mengabaikan pihak yang dianggap sebagai pemicu konflik.

Tegaskan Sikap Iran

Araghchi menegaskan bahwa Iran akan terus mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya. Ia memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap infrastruktur energi Iran akan dianggap sebagai kejahatan perang.

“Jika ancaman tersebut direalisasikan, respons Iran akan cepat dan tegas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak konflik terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, ketidakamanan di kawasan tersebut merupakan akibat langsung dari serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Kritik terhadap Negara Pendukung AS

Selain itu, Iran menyayangkan sikap sejumlah negara yang dinilai mendukung kebijakan Washington, termasuk Bahrain. Araghchi menilai dukungan tersebut memperkuat tekanan terhadap Iran melalui jalur diplomatik.

Ia menegaskan bahwa komunitas internasional seharusnya meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan serangan, bukan justru menyudutkan Iran.

Rusia Kecam Serangan ke Iran

Sementara itu, Lavrov menyatakan kecaman terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan komitmen Rusia untuk menjaga hukum internasional dan mencegah melemahnya tatanan global.

Lavrov juga menekankan pentingnya kerja sama antara Moskow dan Teheran dalam menghadapi dinamika internasional saat ini.

Konflik Terus Berlanjut

Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut menyasar berbagai target militer dan sipil, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke sejumlah target yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Hingga kini, situasi masih berkembang dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara upaya diplomatik di forum internasional terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *