Iran Hantam Infrastruktur Oracle di UEA, Sebut Balasan atas Pembunuhan di Iran

favicon progres.id
gedung oracle dubai
Gedung Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab (Foto. Dok. PressTV)

PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis mengumumkan telah menyerang pusat data dan infrastruktur komputasi milik perusahaan teknologi Amerika Serikat, Oracle, yang berlokasi di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan tersebut diklaim sebagai respons atas rangkaian pembunuhan terhadap individu Iran.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut aksi itu sebagai bentuk pembalasan langsung terhadap apa yang mereka sebut sebagai “operasi teroris” oleh pihak musuh yang menargetkan warga Iran.

“Sebagaimana telah kami peringatkan, sebagai tanggapan atas pembunuhan terhadap individu Iran, kami akan menargetkan perusahaan intelijen, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan yang menjadi pilar operasi teroris musuh,” demikian isi pernyataan tersebut.

IRGC menyatakan, serangan terhadap Oracle merupakan kelanjutan dari pola respons serupa yang sebelumnya juga dilakukan. Mereka merujuk pada penghancuran infrastruktur komputasi awan milik Amazon sebagai balasan atas tewasnya seorang komandan Iran.

Menurut IRGC, serangan terbaru ini berkaitan dengan pembunuhan terhadap Dr. Kamal Kharrazi dan istrinya. Kharrazi, yang saat ini menjabat sebagai kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, sebelumnya pernah menjadi menteri luar negeri Iran pada periode 1997 hingga 2005. Dalam insiden tersebut, Kharrazi dilaporkan mengalami luka serius, sementara istrinya meninggal dunia.

IRGC juga mengeluarkan peringatan kepada perusahaan lain yang dianggap terlibat atau mendukung aksi serupa di masa depan.

“Jika kejahatan ini terulang dan pembunuhan lain terjadi, perusahaan berikutnya harus siap menerima respons tegas,” tulis IRGC.

Keterkaitan Oracle dengan Sektor Pertahanan

Dalam pernyataannya, IRGC menyoroti keterlibatan Oracle dalam ekosistem militer dan intelijen Amerika Serikat. Perusahaan tersebut diketahui menyediakan layanan basis data, komputasi awan, perangkat lunak perusahaan, serta solusi keamanan siber bagi berbagai lembaga pemerintah dan pertahanan AS.

Teknologi Oracle digunakan oleh sejumlah lembaga seperti National Security Agency, Central Intelligence Agency, dan Defense Intelligence Agency, serta berbagai cabang militer Amerika Serikat. Sistem tersebut mendukung pengelolaan data dalam skala besar untuk analisis intelijen, logistik militer, hingga perencanaan operasi.

Selain itu, Oracle juga terlibat dalam program komputasi awan pertahanan AS, termasuk proyek Joint Warfighting Cloud Capability (JWCC), yang bertujuan menyediakan infrastruktur teknologi untuk operasi militer global.

IRGC juga menyinggung kehadiran Oracle di wilayah Palestina yang diduduki, dengan sejumlah pusat penelitian dan pengembangan yang beroperasi di kota-kota seperti Herzliya, Petah Tikva, dan Haifa. Teknologi perusahaan tersebut disebut digunakan dalam sistem komando militer, analisis intelijen, serta infrastruktur komunikasi aman.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim serangan tersebut maupun tanggapan resmi dari pihak Oracle atau otoritas di Uni Emirat Arab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *