PROGRES.ID, TEHERAN – Pemerintah Iran mengecam serangkaian serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tiga kapal dagang yang diawaki pelaut India di perairan dekat Oman. Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “perampokan maritim” yang mengancam keselamatan pelayaran internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Jumat (12/6/2026) mengutip laporan media India yang mengungkap tiga insiden serangan AS terhadap kapal-kapal komersial tersebut. Salah satu serangan dilaporkan menewaskan tiga awak kapal asal India.
Menurut Baghaei, serangan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa itu merupakan konsekuensi dari kebijakan Amerika Serikat yang disebutnya sebagai praktik pencurian bersenjata dan pembajakan di laut.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serta menyatakan simpati kepada rakyat dan pemerintah India atas insiden tersebut.
Baghaei mendesak komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Washington atas tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mengancam perdamaian dan keamanan global, tetapi juga mengganggu kebebasan navigasi di jalur pelayaran dunia.
Berdasarkan laporan yang dikutip Iran, insiden pertama terjadi pada 8 Juni ketika sebuah jet tempur AS menyerang kapal tanker minyak berbendera Palau, Marivex, yang mengangkut 24 pelaut India. Seluruh awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan.
Dua hari kemudian, kapal tanker berbendera Palau lainnya, Settebello, menjadi sasaran serangan AS. Tiga dari 24 awak kapal berkewarganegaraan India dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Serangan berikutnya terjadi pada 11 Juni terhadap kapal tanker Jalveer yang berbendera Guinea-Bissau dan membawa 20 awak asal India. Pemerintah AS menuduh kapal tersebut berupaya mengangkut minyak dari Iran dan tidak mematuhi instruksi yang diberikan.
Pemerintah India turut mengecam serangan yang disebut ilegal tersebut dan memanggil seorang diplomat senior Amerika Serikat untuk memberikan penjelasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menegaskan bahwa serangan semacam itu harus segera dihentikan. Ia juga menyerukan penyelesaian melalui dialog dan diplomasi guna memulihkan perdamaian serta stabilitas kawasan secepat mungkin.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah konflik yang melibatkan Washington dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik itu berakhir sekitar 40 hari kemudian setelah tercapainya gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, di tengah serangan balasan Iran dan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz.
Pada 13 April, Amerika Serikat menerapkan apa yang disebut Iran sebagai “blokade laut” setelah perundingan antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan.
Sejak saat itu, menurut data Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM), sedikitnya delapan kapal telah dilumpuhkan dan 134 kapal lainnya dialihkan dari jalur pelayaran semula.












