Iran Klaim Sasar Pusat Komando dan Lokasi Pilot AS-Israel dalam Gelombang Serangan Terbaru

favicon progres.id
ebrahim zolfaghari
Jubir Markas Khatam Al-Anbiya IRGC Ebrahim Zolfaghari (IRGC)

PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan pusat komando, fasilitas drone, serta lokasi yang digunakan personel Amerika Serikat dan Israel dalam gelombang terbaru serangan balasan.

Dalam pernyataan resmi pada Senin, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-87 Operasi “True Promise 4”, yang digambarkan sebagai kampanye militer berkelanjutan dengan beberapa tahap yang menyasar infrastruktur militer dan logistik di berbagai titik kawasan.

IRGC menyebut sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pilot AS dan Israel turut menjadi sasaran. Selain itu, serangan juga diarahkan ke pusat komando dan kendali, hanggar drone, gudang logistik persenjataan, serta fasilitas yang digunakan oleh pasukan yang disebut sebagai “militer teroris” dan pilot Amerika-Israel.

Menurut pernyataan tersebut, target tersebar di sejumlah wilayah, termasuk lima pangkalan militer AS di kawasan serta beberapa titik di wilayah Palestina yang diduduki, seperti Tel Aviv, Haifa Bay, Kiryat Shmona, Be’er Sheva, dan Dimona. IRGC juga menyebut lokasi lain seperti Al Kharj, Juffair, dan Victoria turut menjadi sasaran.

Serangan dilakukan menggunakan rudal balistik berbahan bakar cair dan padat, di antaranya jenis Emad, Qiam, dan Khorramshahr-4, serta drone yang disebut sebagai drone bunuh diri.

IRGC menambahkan bahwa operasi gabungan tersebut dimulai sejak dini hari sebelumnya dan hingga kini masih berlangsung sebagai bagian dari rangkaian serangan bertahap.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga mengecam serangan yang disebut dilakukan Israel terhadap fasilitas desalinasi di Kuwait. Tindakan itu disebut sebagai serangan yang tidak lazim dan tidak sah.

Iran menegaskan bahwa pangkalan dan personel AS, serta fasilitas militer dan keamanan Israel di wilayah pendudukan, tetap menjadi target utama dalam operasi yang sedang berlangsung.

IRGC juga memperingatkan negara-negara di kawasan Asia Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi eskalasi yang disebut dipicu oleh tindakan Amerika Serikat dan Israel.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan secara bertahap menggunakan rudal dan drone yang menyasar posisi AS dan Israel di berbagai wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *