PROGRES.ID – Militer Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan drone yang menargetkan sejumlah fasilitas militer dan keamanan di wilayah Israel. Serangan itu diklaim berhasil dan menimbulkan kerusakan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis IRGC, serangan tersebut disebut menyasar dua pangkalan udara utama Israel, yakni Palmachim Airbase dan Ovda Airbase.
IRGC juga menyatakan bahwa serangan drone turut menargetkan markas besar badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet.
Pangkalan Udara Strategis Jadi Target
Menurut keterangan militer Iran, Palmachim Airbase merupakan salah satu fasilitas militer penting Israel yang menjadi lokasi berbagai sistem pertahanan udara.
Pangkalan tersebut disebut menampung sistem pertahanan rudal David’s Sling, yang dirancang untuk mencegat rudal jarak menengah. Selain itu, fasilitas tersebut juga digunakan untuk mengoperasikan drone pengintai canggih seperti Hermes 900.
IRGC menyatakan serangan drone diarahkan untuk mengganggu kemampuan pertahanan udara Israel di fasilitas tersebut.
Markas Shin Bet Ikut Disasar
Selain instalasi militer, Iran juga mengklaim telah menargetkan markas besar Shin Bet, lembaga yang bertanggung jawab atas keamanan internal Israel.
Badan intelijen tersebut diketahui menangani berbagai operasi keamanan domestik, termasuk kontra-terorisme dan pengawasan keamanan nasional.
Eskalasi Konflik Berlanjut
Serangan drone yang diklaim Iran ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat antara Teheran dan Tel Aviv dalam beberapa pekan terakhir.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait klaim serangan terhadap pangkalan udara maupun fasilitas keamanan tersebut.












