Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke-55, Hujan Rudal Iran Guncang Tel Aviv dan Pangkalan AS

favicon progres.id
rudal sejjil
Rudal Sejjil (Foto: Tasnim News)

PROGRES.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan gelombang baru serangan rudal balistik yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Dalam pernyataan resminya pada Senin, IRGC mengumumkan dimulainya gelombang ke-55 dari operasi balasan yang mereka sebut sebagai Operasi Janji Sejati 4 (Operation True Promise 4).

Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion Jadi Target

bandara bengurion tel aviv terbakar
Bandara terbesar di Israel, Ben Gurion terbakar hebat usai rudal Iran menghantamnya (Foto: Screenshot video)

Menurut keterangan tersebut, sejumlah target strategis di jantung wilayah yang diduduki Israel diserang menggunakan berbagai jenis rudal canggih dan drone.

Serangan diarahkan ke wilayah Tel Aviv dan kawasan sekitar Bandara Internasional Ben-Gurion, termasuk fasilitas produksi senjata militer di sektor kedirgantaraan serta pusat logistik pengisian bahan bakar udara.

IRGC mengklaim menggunakan sejumlah persenjataan berteknologi tinggi dalam operasi tersebut, termasuk rudal hipersonik Fattah, rudal balistik Qadr dan Emad, serta drone bunuh diri yang dirancang untuk menyerang target dengan presisi tinggi.

Pangkalan Militer AS di Teluk Ikut Diserang

Selain target di Israel, IRGC juga menyatakan telah menyerang beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Di antara target yang disebutkan adalah Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, Pangkalan Angkatan Laut Jufair di Bahrain, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa.

Serangan terhadap pangkalan tersebut dilaporkan menggunakan rudal jarak menengah berbahan bakar padat seperti Fateh, Zolfaghar, dan Dezful, disertai penggunaan drone tempur berteknologi pintar.

Konflik Memanas Setelah Serangan ke Iran

Eskalasi konflik ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut terjadi setelah terbunuhnya pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Operasi militer yang dilakukan oleh Washington dan Tel Aviv dilaporkan mencakup serangan udara luas terhadap berbagai target militer maupun sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan besar pada infrastruktur.

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangkaian operasi balasan yang menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah.

Serangan tersebut dilakukan secara bertahap melalui gelombang rudal balistik dan drone yang diarahkan ke wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.

Dengan dimulainya gelombang serangan ke-55, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda eskalasi yang semakin serius dan berpotensi memperluas ketegangan di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *