Iran Sebut Tentara AS Jadikan Warga Teluk Persia sebagai “Tameng Hidup”

favicon progres.id
tentara amerika serikat
Tentara Amerika Serikat (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menuduh personel militer Amerika Serikat menggunakan warga sipil di kawasan Teluk Persia sebagai tameng hidup di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosialnya pada Kamis, Araqchi mengatakan bahwa sejak awal perang, pasukan Amerika disebut meninggalkan pangkalan militer di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan memilih berlindung di hotel serta gedung perkantoran.

Menurutnya, langkah tersebut secara tidak langsung menempatkan warga sipil di kawasan tersebut dalam risiko karena fasilitas sipil digunakan sebagai tempat perlindungan militer. Ia juga menyarankan agar hotel-hotel di kawasan Teluk Persia menolak pemesanan dari personel militer yang dinilai dapat membahayakan keselamatan tamu lainnya.

Pernyataan tersebut disertai sejumlah gambar yang menunjukkan laporan mengenai keberadaan personel militer Amerika yang menginap di hotel-hotel di kawasan Teluk.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sendiri meningkat setelah serangan besar yang terjadi pada 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, sejumlah pejabat militer, serta warga sipil. Sejak saat itu, serangan udara dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Iran dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Sebagai balasan, militer Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi militer Amerika dan Israel di berbagai wilayah, termasuk pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan dan meningkatkan kesiagaan militer di kawasan Teluk dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *