PROGRES.ID – Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lokasi rahasia yang disebut digunakan sebagai pusat komando militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.
Menurut pernyataan IRGC, fasilitas tersebut merupakan pusat komando dan kendali militer yang berada di luar Pangkalan al-Minhad. Lokasi itu disebut sebagai tempat berkumpulnya perwira dan komandan militer AS yang dipindahkan ke lokasi rahasia karena pangkalan militer Amerika di kawasan dinilai tidak lagi aman.
IRGC menyatakan pusat komando tersebut berhasil diidentifikasi melalui operasi intelijen sebelum akhirnya dihantam dengan rudal presisi. Serangan itu diklaim menghancurkan fasilitas yang digunakan sebagai pusat koordinasi militer tersebut.
Berdasarkan informasi yang disebutkan dalam pernyataan tersebut, sekitar 200 perwira dan komandan militer AS dilaporkan berada di dalam fasilitas itu sebelum serangan terjadi dan besar kemungkinan ratusan perwira dan komandan AS itu tewas. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Serangan ini menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas dan tidak hanya menyasar pangkalan militer terbuka, tetapi juga fasilitas komando yang bersifat rahasia.
Dalam beberapa pekan terakhir, serangan terhadap instalasi militer dan fasilitas strategis di berbagai negara di kawasan terus meningkat, menandakan eskalasi konflik yang masih terus berlangsung.










