PROGRES.ID – Iran dilaporkan menolak proposal Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Teheran menegaskan bahwa penghentian konflik hanya akan dilakukan sesuai dengan syarat dan waktu yang ditentukan oleh Iran sendiri.
Seorang pejabat senior di bidang politik dan keamanan yang mengetahui detail proposal tersebut mengatakan kepada Press TV bahwa Iran tidak akan membiarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menentukan kapan perang berakhir. Menurutnya, Iran akan menghentikan perang setelah seluruh tuntutan yang diajukan terpenuhi.
Pejabat tersebut menyatakan bahwa Iran akan terus melanjutkan operasi pertahanan dan memberikan tekanan militer terhadap musuh hingga semua persyaratan dipenuhi. Ia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah berupaya membuka jalur negosiasi melalui berbagai saluran diplomatik, namun proposal yang diajukan dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi di lapangan.
Ia juga menyinggung dua putaran perundingan sebelumnya pada musim semi dan musim dingin 2025 yang dinilai tidak berjalan dengan itikad baik. Dalam kedua perundingan tersebut, Amerika Serikat disebut tidak benar-benar berniat mencapai kesepakatan dan justru melanjutkan aksi militer terhadap Iran.
Karena itu, Iran menilai proposal terbaru yang disampaikan melalui negara perantara di kawasan sebagai langkah politik untuk meningkatkan tekanan, sehingga Teheran memutuskan untuk menolaknya.
Dalam pernyataannya, pejabat tersebut mengungkapkan lima syarat yang harus dipenuhi agar Iran bersedia mengakhiri perang. Syarat tersebut meliputi penghentian penuh serangan militer dan aksi pembunuhan terhadap pihak Iran, pembentukan mekanisme yang menjamin perang tidak akan kembali terjadi, pembayaran ganti rugi perang secara jelas dan resmi, penghentian konflik di seluruh front termasuk yang melibatkan kelompok perlawanan di kawasan, serta pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz sebagai hak sah yang tidak dapat diganggu gugat.
Ia menambahkan bahwa syarat tersebut merupakan tambahan dari tuntutan yang sebelumnya telah diajukan Iran dalam putaran negosiasi kedua di Jenewa, yang berlangsung beberapa hari sebelum serangan militer baru dilancarkan terhadap Iran pada 28 Februari.
Iran juga telah menyampaikan kepada para mediator bahwa gencatan senjata hanya dapat terjadi jika seluruh persyaratan tersebut disetujui. Tanpa itu, Iran menegaskan tidak akan ada negosiasi lebih lanjut dan operasi militer akan terus berlanjut.
Pejabat tersebut kembali menegaskan bahwa berakhirnya perang akan ditentukan oleh Iran, bukan oleh Amerika Serikat.
Konflik ini bermula pada 28 Februari ketika serangan besar dilancarkan di tengah perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer dan pejabat pemerintah Iran.
Sebagai balasan, militer Iran telah melancarkan puluhan gelombang serangan terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah kawasan.
Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat juga dilaporkan meminta bantuan sejumlah negara di kawasan untuk membujuk Iran agar menghentikan serangan balasan serta membuka jalur pelayaran bagi kapal Amerika melalui Selat Hormuz.












