Israel Ancam Penjara 5 Tahun bagi Warga yang Sebarkan Video Serangan Rudal Iran

favicon progres.id
petugas zionis
Petugas menghancurkan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah sudut kota Tel Aviv (Sumber: X)

PROGRES.ID – Pemerintah Israel dilaporkan memberlakukan undang-undang darurat yang mengancam hukuman penjara hingga lima tahun bagi warga yang menyebarkan foto atau video serangan rudal dari Iran di media sosial.

Aturan tersebut berlaku untuk publikasi rekaman yang memperlihatkan dampak serangan di sejumlah kota Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa. Pemerintah Israel menyatakan bahwa penyebaran gambar atau video serangan dapat memberikan keuntungan intelijen bagi pihak lawan.

Menurut otoritas Israel, rekaman visual yang menunjukkan lokasi jatuhnya rudal, kerusakan bangunan, maupun respons sistem pertahanan dapat membantu musuh mengevaluasi efektivitas serangan mereka.

Pemerintah Sebut Video Bisa Bantu Strategi Musuh

Dalam penjelasan resminya, pemerintah Israel menyatakan bahwa penyebaran video serangan sama saja dengan memberikan informasi penting kepada pihak lawan.

Rekaman tersebut dinilai dapat membantu pihak penyerang memahami lokasi target yang berhasil dihantam, efektivitas sistem pertahanan udara dan potensi celah dalam sistem keamanan.

Karena itu, pemerintah menilai pembatasan publikasi visual merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan nasional selama konflik berlangsung.

Serangan Iran Terus Berlanjut

serangan iran di atas tel aviv
Serangan Iran terhadap Tel Aviv, Israel (Foto: Telegram)

Sejak konflik dengan Iran meningkat pada 28 Februari 2026, sejumlah kota besar Israel dilaporkan menjadi target serangan rudal dan drone.

Serangan balasan Iran terjadi setelah operasi militer yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.

Beberapa kota yang dilaporkan terdampak antara lain Tel Aviv, Haifa, dan sejumlah wilayah lain di Israel.

Sistem Pertahanan Udara Jadi Sorotan

Konflik ini juga menyoroti kemampuan sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling canggih di dunia.

Israel mengoperasikan beberapa sistem pertahanan utama, termasuk Iron Dome, David’s Sling dan Arrow missile defense system. Ketiga sistem tersebut dirancang untuk mencegat berbagai jenis ancaman, mulai dari roket jarak pendek hingga rudal balistik jarak jauh.

Namun, dalam konflik terbaru, sejumlah laporan menyebutkan bahwa sebagian rudal Iran tetap berhasil mencapai wilayah Israel.

Informasi Dampak Serangan Dibatasi

Di tengah eskalasi konflik, Israel juga menerapkan sensor militer ketat terhadap informasi terkait kerusakan infrastruktur maupun jumlah korban.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran informasi sensitif yang dapat dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Akibat pembatasan tersebut, data lengkap mengenai dampak serangan, termasuk jumlah korban militer maupun sipil, belum sepenuhnya diketahui oleh publik internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *