Israel Pakai Jaring Ikan Hadapi Drone Hizbullah, Sistem Pertahanan Canggih Justru Tak Efektif

favicon progres.id
pos israel kini dilindungi jaring
Pos pos tentara Israel di Lebanon kini dilindungi jaring ikan untuk mengantisipasi serangan drone FPV Hizbullah (Foto: Dok. PressTV)

PROGRES.ID – Media Israel, Haaretz, melaporkan bahwa militer Israel mulai menggunakan jaring ikan sebagai perlindungan darurat untuk menghadapi serangan drone FPV milik Hizbullah di front Lebanon.

Langkah tidak biasa itu disebut muncul setelah meningkatnya kesulitan pasukan Israel dalam mencegat drone berbasis serat optik yang digunakan kelompok perlawanan Lebanon tersebut.

Menurut laporan Haaretz yang dipublikasikan Selasa (12/5/2026) dan telah lolos sensor militer Israel, jaring ikan dipasok dari tambak-tambak milik kibbutz di wilayah lembah utara untuk dipasang di sekitar posisi militer dan kendaraan tempur.

Seorang pejabat senior pasukan cadangan darat Israel mengakui hingga kini belum ada solusi teknologi efektif untuk menghadapi drone serat optik Hizbullah.

Ia mengatakan dorongan Israel untuk menjauhkan Hizbullah hingga melewati Sungai Litani tidak banyak membantu karena drone tersebut masih dapat dioperasikan hingga jarak sekitar 60 kilometer.

Pejabat itu juga mengkritik kebijakan pemerintahan Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump yang disebut membuat militer “terbelenggu” dalam operasi di Lebanon.

drone hizbullah
Ilustrasi drone fiber optik Hizbullah (Sumber: X.com)

Menurutnya, aktivitas pasukan saat ini lebih banyak difokuskan pada penghancuran desa-desa di Lebanon selatan dengan bantuan kontraktor swasta, sementara tentara Israel menghadapi kekurangan personel dan perwira.

Sementara itu, media Israel Channel 7 melaporkan Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, telah menggelar rapat keamanan bersama Divisi Teknologi Militer, Unit 81, dan Direktorat Riset Kementerian Keamanan untuk mencari cara menghadapi kemampuan drone Hizbullah yang terus berkembang.

Namun, pertemuan tersebut disebut berakhir tanpa menghasilkan solusi operasional baru.

Drone berbasis serat optik disebut menjadi tantangan utama karena berbeda dari drone biasa yang menggunakan gelombang radio. Drone jenis ini tetap terhubung dengan operator melalui kabel serat optik tipis sehingga tidak dapat dilumpuhkan menggunakan sistem peperangan elektronik.

Selain itu, operator dapat menerima tayangan video secara langsung hingga detik terakhir sebelum benturan, membuat serangan menjadi lebih presisi.

Media Israel juga menyoroti kontras biaya antara drone Hizbullah dan sistem pertahanan Israel. Hizbullah disebut menggunakan drone murah dengan biaya sekitar 500 dolar AS untuk menyerang tentara dan kendaraan militer Israel dari jarak 10 hingga 15 kilometer.

Di sisi lain, Israel harus mengerahkan sistem pertahanan udara dan teknologi militer bernilai jutaan dolar untuk menghadapi ancaman tersebut.

Karena belum ada solusi teknologi yang efektif, tentara Israel di Lebanon selatan disebut masih mengandalkan cara sederhana, termasuk menembaki drone menggunakan senjata ringan di sekitar posisi militer.

Laporan itu muncul bersamaan dengan pengumuman militer Israel terkait tewasnya seorang tentara cadangan bernama Alexander Glubniov dalam serangan drone FPV Hizbullah. Tiga tentara lainnya dilaporkan terluka dalam serangan yang sama.

Militer Israel sebelumnya juga mengakui belum mampu mencegat drone jenis tersebut secara efektif. Media lokal Walla menyebut Hizbullah masih aktif mengoperasikan unit-unit drone terlatih dari Lebanon selatan untuk menyerang pasukan Israel.

Kekhawatiran di dalam Israel pun dilaporkan terus meningkat seiring bertambahnya operasi drone Hizbullah di wilayah utara Palestina yang diduduki.

Sejumlah tentara Israel menggambarkan situasi mencekam ketika drone kecil muncul tiba-tiba di atas posisi mereka tanpa adanya sistem peringatan dini yang aktif.

Dalam sepekan terakhir, beberapa serangan drone dilaporkan menyebabkan sedikitnya sembilan tentara Israel terluka, termasuk tiga orang dalam kondisi serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *