Italia Bekukan Kerja Sama Militer dengan Israel Usai Insiden di Lebanon

favicon progres.id
giorgia meloni dan setanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Giorgia Meloni (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Pemerintah Italia mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel. Keputusan ini muncul setelah insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian asal Italia di Lebanon.

Perdana Menteri Giorgia Meloni menyatakan bahwa kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi keamanan terkini. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri sebuah acara di Verona pada Selasa (14/4/2026), seperti dilaporkan Euronews.

Perjanjian pertahanan yang pertama kali disepakati pada 2006 itu selama ini mencakup kerja sama luas, mulai dari pertukaran perlengkapan militer, pelatihan personel, hingga pengembangan teknologi dan riset di sektor pertahanan. Kesepakatan tersebut secara rutin dievaluasi setiap lima tahun.

Namun, hubungan kedua negara memanas dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Italia menuduh pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah konvoi penjaga perdamaian PBB asal Italia di Lebanon. Insiden itu dilaporkan menyebabkan kerusakan pada setidaknya satu kendaraan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Sebagai respons, Roma segera memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi. Tak lama berselang, Israel juga memanggil perwakilan diplomatik Italia setelah pernyataan keras dari Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, yang mengecam serangan terhadap warga sipil di Lebanon.

Tajani, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, bahkan melakukan kunjungan ke Beirut pada Senin (13/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun serta Menteri Luar Negeri Youssef Raggi untuk menyampaikan dukungan Italia terhadap masyarakat sipil yang terdampak konflik.

Sementara itu, pihak Israel menilai keputusan Italia tidak akan berdampak signifikan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menyebut bahwa kerja sama yang ada selama ini tidak bersifat substansial terhadap keamanan negaranya.

“Kami tidak memiliki perjanjian keamanan yang signifikan dengan Italia. Nota kesepahaman yang ada tidak berdampak pada keamanan Israel,” ujarnya, seperti dikutip AFP.

Ketegangan diplomatik ini menandai memburuknya hubungan kedua negara di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan Lebanon dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *