Jurnalis Tewas di Lebanon Selatan, Parlemen Kecam Serangan dan Desak Aksi Internasional

favicon progres.id
amal khalil
Jurnalis Lebanon, Amal Khalil yang gugur akibat serangan zionis israel (Foto: Istimewa)

PROGRES.ID – Insiden penyerangan terhadap jurnalis kembali terjadi di Lebanon selatan. Kepala Komite Media dan Komunikasi Parlemen Lebanon, Ibrahim Mousawi, mengecam keras peristiwa yang menewaskan seorang wartawan dan melukai lainnya di Kota Al-Tayri.

Dalam pernyataannya, Mousawi menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari rangkaian kekerasan yang menargetkan pekerja media saat menjalankan tugas peliputan di tengah konflik yang berlangsung. Insiden ini mengakibatkan tewasnya jurnalis senior Amal Khalil serta luka serius yang dialami rekannya, Zeinab Faraj. Keduanya diketahui bekerja untuk surat kabar Lebanon Al-Akhbar.

Mousawi menilai serangan terhadap jurnalis bukan kali pertama terjadi, dan mencerminkan upaya sistematis untuk membungkam pemberitaan terkait kondisi di lapangan, khususnya di Lebanon dan Palestina. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hukum internasional.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta rekan-rekan sesama jurnalis. Selain itu, Mousawi menyerukan kepada lembaga media, organisasi kemanusiaan, serta badan hukum internasional untuk mengutuk insiden tersebut dan mengambil langkah konkret.

Ia mendesak agar pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini diadili melalui mekanisme hukum internasional guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Menurutnya, akuntabilitas menjadi kunci untuk menghentikan siklus kekerasan terhadap warga sipil, termasuk jurnalis.

Mousawi juga menegaskan bahwa Lebanon tidak akan tinggal diam terhadap serangan yang mengancam keselamatan warganya, seraya menyatakan keyakinan bahwa insiden tersebut akan mendapatkan respons yang dianggap setimpal.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait tuduhan dalam insiden tersebut. Situasi di wilayah perbatasan Lebanon Selatan sendiri masih dilaporkan tegang di tengah meningkatnya eskalasi konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *