Kapal Tanker dan Kargo Iran Kembali Berlayar, Blokade Laut AS Disebut Berakhir

Editor: Mukhtar Amin
kapal kargo hormuz
Sebuah kapal kargo terlihat di lepas pantai kota Fujairah, di Selat Hormuz di Emirat utara pada 25 Februari 2026. (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Sedikitnya tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo Iran yang mengangkut kebutuhan penting berhasil melintasi jalur pelayaran internasional setelah blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran dinyatakan berakhir, menurut laporan eksklusif yang diperoleh Press TV dari sumber-sumber maritim.

Kelima kapal tersebut dilaporkan berlayar pada Senin malam tanpa hambatan, menandai perkembangan penting setelah tercapainya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Iran dan Amerika Serikat.

Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyebut kapal-kapal itu sebelumnya tertahan selama berbulan-bulan akibat kampanye blokade maritim yang diberlakukan Washington terhadap aktivitas pelayaran Iran. Namun setelah perubahan terbaru dalam situasi politik dan keamanan kawasan, kapal-kapal tersebut kini dapat kembali melanjutkan pelayaran mereka.

Pergerakan armada tersebut terjadi kurang dari 24 jam setelah kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar diumumkan. Berdasarkan ketentuan yang disebutkan dalam kesepakatan itu, blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran dihentikan segera sebagai bagian dari penghentian permusuhan yang lebih luas di berbagai front konflik.

Sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa Teheran dan Washington telah menyelesaikan naskah akhir nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik antara kedua pihak.

Menurut pernyataan lembaga tersebut, kesepahaman itu mencakup penghentian segera dan permanen operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah, termasuk Lebanon. Selain itu, penghentian blokade laut terhadap Iran juga menjadi salah satu poin utama yang disepakati dalam dokumen tersebut.

Kembalinya kapal-kapal Iran ke jalur perdagangan internasional dipandang sebagai salah satu dampak awal yang paling nyata dari kesepahaman yang telah dicapai. Perkembangan tersebut juga berpotensi membuka kembali akses distribusi energi dan barang-barang kebutuhan pokok Iran ke pasar internasional setelah berbulan-bulan menghadapi pembatasan di sektor maritim.

Meski demikian, implementasi penuh kesepakatan masih akan menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait pelaksanaan komitmen yang telah disepakati oleh masing-masing pihak dalam nota kesepahaman tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *