PROGRES.ID, TEHERAN – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Mohsen Rezaei, menanggapi pernyataan bernada ancaman yang kembali disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran.
Melalui akun X miliknya pada Jumat, Rezaei menyebut ancaman Trump tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di Iran. Menurut dia, arah perkembangan situasi di lapangan ditentukan oleh rakyat Iran, angkatan bersenjata, serta kemampuan pertahanan negara tersebut.
Rezaei mengatakan Trump tetap melontarkan ancaman meski, menurutnya, Amerika Serikat telah menghadapi sejumlah kegagalan dalam menghadapi Iran.
“Setelah kegagalan demi kegagalan, presiden terburuk dalam sejarah Amerika masih terus berbicara,” tulis Rezaei dalam unggahannya.
Ia kemudian menyindir pernyataan Trump yang dinilainya semakin jauh dari kondisi nyata.
“Dalam imajinasi sendiri, Anda bisa menang setiap hari. Namun, realitas dibentuk oleh Iran—oleh rakyatnya, para tentaranya, dan misil-misilnya,” lanjut Rezaei.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam situasi tegang. Ancaman dan pernyataan keras dari kedua pihak terus muncul di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Rezaei menegaskan bahwa pernyataan Trump tidak akan menentukan perkembangan situasi di Iran. Ia menempatkan masyarakat dan kekuatan militer Iran sebagai faktor yang menurutnya lebih menentukan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, Trump selama ini menggunakan berbagai pernyataan publik untuk menekan Teheran dan memperingatkan Iran agar memenuhi tuntutan Washington.
Pertukaran pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi tetap menjadi salah satu opsi, ketegangan politik dan keamanan antara kedua negara belum sepenuhnya mereda.
Perkembangan hubungan Iran-AS selanjutnya masih akan bergantung pada langkah masing-masing pihak, termasuk keputusan terkait negosiasi, sanksi, serta isu keamanan yang selama ini menjadi sumber utama perselisihan antara Washington dan Teheran.

Komentar