Klaim Kontroversial Mark Green: Epstein Disebut Alat Intelijen Israel, Trump Diduga Ditekan dalam Isu Iran

favicon progres.id
mark green
Mark Green (Foto: GettyImages/CNN)

PROGRES.ID – Pernyataan kontroversial datang dari penulis dan peneliti asal Amerika, Mark Green, yang menuding adanya keterkaitan antara jaringan intelijen Israel, tokoh publik, hingga keputusan politik tingkat tinggi di Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Green mengklaim bahwa intelijen Israel memanfaatkan sosok Jeffrey Epstein sebagai alat untuk menekan figur-figur berpengaruh melalui praktik ilegal. Tuduhan tersebut mencakup aktivitas pemerasan yang disebut melibatkan kejahatan serius.

Green juga mengaitkan hubungan Epstein dengan Presiden AS Donald Trump yang disebut telah berlangsung selama satu dekade. Menurutnya, relasi tersebut berpotensi memengaruhi keputusan politik Trump, khususnya dalam konteks konflik di Timur Tengah.

Lebih jauh, Green menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap Washington terkait Iran. Ia menyatakan bahwa keputusan Trump untuk terlibat dalam konflik tidak sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan independen, melainkan dipengaruhi oleh tekanan dari pihak Israel.

Namun, hingga saat ini tidak ada bukti independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut. Tuduhan yang disampaikan Green juga belum mendapat tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan.

Isu keterkaitan antara Epstein dan tokoh-tokoh politik global sendiri telah lama menjadi sorotan publik. Meski demikian, berbagai klaim yang beredar sering kali masih bersifat spekulatif dan membutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui proses hukum maupun investigasi independen.

Pengamat menilai, tuduhan semacam ini mencerminkan kompleksitas dinamika politik global, di mana isu keamanan, intelijen, dan kepentingan geopolitik kerap saling beririsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *