PROGRES.ID – Militer Iran mengumumkan telah melancarkan serangan drone yang menargetkan pusat dukungan udara Israel, fasilitas produksi drone, serta peralatan penting milik badan intelijen Israel, Mossad.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (25/03/2026), Angkatan Darat Iran menyebut serangan drone diarahkan ke pusat pengembangan teknologi militer dan persenjataan milik perusahaan pertahanan Rafael Advanced Defense Systems, industri kedirgantaraan, serta fasilitas penerbangan dan dukungan jet tempur Israel di Pangkalan Udara Ben Gurion Air Base.
Menurut pernyataan tersebut, serangan juga menyasar fasilitas perawatan jet tempur F-15 dan F-16 serta fasilitas milik Israel Aerospace Industries, yang dikenal sebagai pusat pengembangan dan pemasok peralatan drone canggih seperti Heron dan Harop, satelit pengintai seri Horizon, serta peralatan penting bagi Mossad dan badan keamanan dalam negeri Israel, Shabak.

Industri persenjataan Rafael yang mengembangkan sistem pertahanan udara seperti Iron Dome dan David’s Sling, serta teknologi peperangan elektronik dan sistem pengacau pesawat, juga termasuk dalam target serangan drone tersebut.
Militer Iran menyatakan banyaknya target di berbagai lokasi, termasuk di Pangkalan Udara Ben Gurion dan fasilitas Rafael, membuat operasi serangan drone berpotensi dilakukan berulang kali. Serangan disebut akan terus berlanjut hingga aktivitas militer dari fasilitas yang menjadi target dihentikan.
Dalam pernyataannya, militer Iran juga mengeklaim bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah lokasi dan peralatan strategis. Namun, Iran menuduh Israel menutup informasi terkait tingkat kerusakan melalui sensor ketat media.
Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat sejak 28 Februari setelah serangan besar dilancarkan yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan operasi militer dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi militer Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah kawasan.












