PROGRES.ID – Ketegangan di jalur energi dunia semakin memanas setelah Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Dalam insiden terbaru, dua kapal tanker milik Amerika Serikat dilaporkan hancur setelah terkena serangan rudal Iran.
Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah tanker berbendera Amerika, SAFESEA VISHNU, yang disebut hancur akibat hantaman rudal. Selain itu, satu kapal tanker Amerika lainnya juga dilaporkan tenggelam di perairan strategis tersebut.
Serangan ini disebut sebagai pertama kalinya Iran menenggelamkan dua kapal tanker milik Amerika Serikat sejak konflik regional meningkat pada 28 Februari 2026.
Kapal Tailan Ikut Jadi Korban
Tidak hanya kapal tanker Amerika yang menjadi sasaran. Sebuah kapal milik Thailand (Ejaan Bahasa Indonesia terbaru: Tailan) bernama Mayuree Naree juga dilaporkan terbakar setelah nekat mencoba melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kapal tersebut disebut mengalami kebakaran hebat saat berada di jalur pelayaran utama kawasan itu setelah serangan terjadi.
Iran Klaim Kendalikan Jalur Minyak Dunia
Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa Selat Hormuz telah ditutup sebagai bagian dari respons terhadap konflik yang terus meningkat di kawasan.
Teheran menegaskan bahwa mereka kini memegang kendali penuh atas jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia tersebut.
Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu.










