Operasi Nasr Sudah Dimulai! Iran Hujani Pangkalan Udara Strategis Israel dengan Rudal, Ancam Serang Target AS Berikutnya

favicon progres.id
rudal khorramshahr
Rudal Iran Khorramshahr-4 (Credit: The Islamic Republik News Agency)

PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran operasi militer bertajuk “Operasi Nasr” atau “Kemenangan” yang menyasar dua pangkalan udara strategis Israel, Nevatim dan Tel Nof. Operasi tersebut disebut sebagai respons atas serangan rudal Israel terhadap sejumlah fasilitas radar di wilayah Iran.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, Pasukan Dirgantara IRGC menyebut serangan dilakukan dengan sandi operasi “Ya Haidar Karrar” dan didedikasikan untuk para korban yang gugur dalam konflik 12 hari yang terjadi pada Juni 2025.

Menurut IRGC, serangan itu merupakan balasan atas apa yang mereka sebut sebagai agresi militer Israel terhadap beberapa lokasi radar di tiga wilayah berbeda di Iran.

Teheran menegaskan bahwa kecepatan respons terhadap serangan musuh serta luasnya daftar target yang dapat dijangkau menjadi bagian penting dari strategi militernya dalam fase konflik saat ini.

IRGC juga menyatakan seluruh unit tempur dan operasional berada dalam kondisi siaga penuh untuk melaksanakan operasi yang lebih luas apabila diperlukan. Berbagai skenario militer disebut telah dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi berikutnya.

Serangan ke Pangkalan Udara Nevatim di wilayah selatan Israel dan Pangkalan Udara Tel Nof yang berada di dekat Tel Aviv dilakukan hanya beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan ke wilayah barat dan tengah Iran pada Senin pagi. Selain itu, fasilitas petrokimia di wilayah selatan Iran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Media Iran melaporkan ledakan terdengar di sejumlah kota besar, termasuk Teheran, Isfahan, dan Tabriz, setelah serangan yang diklaim dilakukan Israel.

pangkalan ramat david israel
Iran menggempur pangkalan Ramat David, Israel dan berpotensi melumpuhkan kekuatan jet tempur zionis (Sumber: Telegram)

Sebelumnya, pada Minggu malam, IRGC juga meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Ramat David di wilayah utara Israel. Teheran menyebut serangan tersebut sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon selatan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil dan gelombang pengungsian.

Sementara itu, akun resmi Organisasi Intelijen IRGC mengklaim bahwa rangkaian operasi militer, keamanan, dan siber yang dilakukan sepanjang malam terhadap target-target di wilayah Israel berhasil mencapai sasaran sepenuhnya.

Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menyebut hasil operasi menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, baik dalam aspek militer maupun keamanan.

Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebi mengatakan serangan terbaru kembali menunjukkan kemampuan Iran dalam mengendalikan situasi udara di kawasan melalui kekuatan rudal yang dimiliki pasukan dirgantara IRGC.

Menurutnya, operasi tersebut membuktikan bahwa kemampuan rudal Iran tetap menjadi faktor utama yang diperhitungkan dalam konflik regional.

Di sisi lain, sumber militer yang dikutip kantor berita Tasnim mengungkapkan bahwa Iran menggunakan kombinasi beberapa rudal jarak menengah dan jarak jauh dalam serangan terbarunya. Di antaranya rudal Emad, Qadr-F, serta rudal generasi terbaru Khorramshahr-4 yang juga dikenal dengan nama Kheibar Shekan.

Kombinasi persenjataan tersebut disebut digunakan dalam serangan yang berlangsung sepanjang malam menuju Senin.

Iran juga kembali mengeluarkan peringatan kepada Israel. IRGC menegaskan bahwa jika Tel Aviv melancarkan serangan baru, maka cakupan geografis dan skala operasi balasan Iran akan diperluas secara signifikan.

Bahkan, Teheran memperingatkan bahwa seluruh target yang terkait dengan Israel maupun Amerika Serikat di kawasan dapat menjadi sasaran serangan berikutnya.

Sebelumnya, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, juga telah memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi pukulan yang lebih berat apabila memperluas serangan ke Lebanon selatan dan kawasan Dahiyeh di Beirut.

Pernyataan-pernyataan tersebut menandai semakin meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, sekaligus memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *