Pengadilan Iran Eksekusi Mata-mata Mossad, Jaringan Teroris Juga Dibongkar

favicon progres.id
ilustrasi
ilustrasi (Istimewa)

PROGRES.ID – Seorang pria yang dituduh sebagai agen intelijen Israel telah dieksekusi di Iran setelah melalui proses hukum. Mahkamah Agung Iran menyatakan hukuman mati terhadap Mehdi Farid telah dilaksanakan pada Rabu, setelah putusan akhir disahkan.

Menurut keterangan pengadilan, Farid sebelumnya menjabat sebagai kepala komite pertahanan pasif di sebuah lembaga penting sebelum akhirnya direkrut oleh badan intelijen Israel, Mossad.

Proses perekrutan disebut bermula dari komunikasi melalui email oleh seseorang yang menggunakan identitas “Babak”. Setelah beberapa kali bertukar pesan, Farid kemudian diberikan perangkat komunikasi khusus untuk kegiatan spionase.

Dalam tahap awal, Farid disebut telah diminta mengumpulkan informasi sensitif dari institusi tempatnya bekerja dan menyatakan kesediaannya untuk memenuhi permintaan tersebut. Setelah resmi direkrut, ia dilaporkan menerima dana untuk membeli perangkat seperti laptop, ponsel, serta alat penyimpanan data guna mendukung aktivitas pengiriman informasi.

Pengadilan menyebut Farid mendapatkan arahan langsung terkait jenis data yang harus dikumpulkan, termasuk akses ke informasi rahasia di kantor pusat lembaganya. Sebagai imbalan, ia menerima bayaran rutin dalam bentuk mata uang euro.

Selain itu, Farid disebut dijanjikan bantuan untuk keluar dari Iran setelah tugasnya selesai. Namun, dalam persidangan ia mengaku menyadari bahwa janji tersebut tidak pernah benar-benar akan direalisasikan.

Lebih lanjut, ia juga diperintahkan untuk menyusupkan perangkat lunak berbahaya ke dalam sistem jaringan lembaganya. Pada tahap inilah aparat keamanan Iran yang telah memantaunya selama beberapa bulan melakukan penangkapan.

Operasi tersebut melibatkan Kementerian Intelijen Iran serta unit intelijen dari Islamic Revolutionary Guard Corps. Setelah ditahan, Farid diadili dan dalam persidangan mengakui keterlibatannya serta menyatakan bahwa sejak awal ia mengetahui bahwa ia berkomunikasi dengan agen Mossad.

Dalam perkembangan terpisah, pasukan keamanan Iran juga dilaporkan berhasil membongkar jaringan kelompok bersenjata Jaish al-Adl di wilayah perbatasan Rask. Operasi tersebut mengakibatkan beberapa anggota kelompok tewas.

Laporan Tasnim News Agency menyebutkan sejumlah senjata, amunisi, dan bahan peledak berhasil disita dari lokasi operasi. Kelompok tersebut diketahui aktif di Provinsi Sistan-Baluchestan, wilayah tenggara Iran yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, serta sebelumnya mengklaim sejumlah serangan terhadap warga sipil dan aparat keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *