PROGRES.ID – Mantan Komandan NATO, Wesley Clark, mengungkapkan kekhawatiran serius terkait dampak konflik dengan Iran terhadap kesiapan militer Amerika Serikat. Ia menyebut sejumlah sistem pertahanan penting mengalami kerusakan dan penurunan stok yang signifikan, termasuk radar yang sulit digantikan dalam waktu singkat.
Dalam pernyataannya, Clark menyoroti bahwa serangan Iran telah menyebabkan hilangnya beberapa sistem radar strategis. Menurutnya, penggantian perangkat tersebut bukan perkara mudah karena membutuhkan waktu produksi yang panjang dan teknologi yang kompleks.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa persediaan rudal jelajah Tomahawk kini tersisa kurang dari 50 persen. Sementara itu, kemampuan pertahanan terhadap rudal balistik juga ikut tergerus, dengan sekitar sepertiga kapasitas telah digunakan dalam operasi terbaru.

Tak hanya itu, Clark menyebut setengah dari stok sistem pertahanan THAAD juga telah dikerahkan. Ia memperingatkan bahwa proses penggantian sejumlah sistem ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, sehingga berpotensi melemahkan kesiapan militer dalam jangka menengah.
Dari sisi biaya, Clark memperkirakan perang dengan Iran telah menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya pada besarnya anggaran, melainkan pada kemampuan industri pertahanan untuk memproduksi ulang dan mengganti peralatan yang telah digunakan atau rusak.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional di medan konflik dan kemampuan logistik untuk mempertahankan stok senjata strategis. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini berisiko mengurangi daya tangkal militer AS di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.












