PROGRES.ID – Situasi di perbatasan Lebanon–Israel kembali memanas setelah laporan terbaru mengungkap intensitas pertempuran yang terus meningkat, terutama di sekitar kota strategis Bint Jbeil.
Surat kabar berbahasa Ibrani Maariv melaporkan bahwa militer Israel mengerahkan kekuatan besar dalam upaya menguasai wilayah tersebut. Brigade tempur dari Divisi ke-162 ditempatkan di sisi barat kota, sementara Divisi ke-98 bergerak dari arah timur, membentuk tekanan dari dua arah sekaligus.
Langkah ini disebut sebagai upaya serius untuk merebut kendali penuh atas Bint Jbeil. Namun, laporan tersebut juga menyinggung adanya kerahasiaan ketat terkait jumlah korban di pihak Israel yang disebut-sebut cukup tinggi.
Di tengah operasi darat yang intens, militer Israel mengonfirmasi bahwa dua tentaranya dari Batalyon Parasut ke-890 mengalami luka akibat serangan roket yang dilancarkan oleh Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.
Sementara itu, Hizbullah mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan balasan terhadap target militer Israel. Kelompok tersebut menyatakan berhasil menghantam tank Merkava di dekat sebuah rumah sakit di kota Mays al-Jabal menggunakan rudal tukik.
Tidak hanya itu, Hizbullah juga mengaku telah tiga kali menyerang konsentrasi pasukan dan kendaraan militer Israel di sekitar Sekolah Al-Ishraq di Bint Jbeil serta kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Pembebasan, menggunakan rentetan roket.
Serangan juga meluas hingga ke wilayah permukiman di Israel utara. Hizbullah mengklaim menargetkan pemukiman Kiryat Shmona dan Dovev dengan serangan roket dalam waktu yang berdekatan.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah mengungkapkan intensitas operasinya dalam 24 jam terakhir. Pada Ahad (12/4/2026), kelompok tersebut mengklaim telah melancarkan sedikitnya 60 operasi yang menyasar posisi dan instalasi militer Israel.
Eskalasi ini menunjukkan bahwa konflik di perbatasan Lebanon–Israel terus berkembang menjadi konfrontasi terbuka dengan intensitas tinggi, memicu kekhawatiran akan meluasnya perang ke kawasan yang lebih luas di Timur Tengah.












