PROGRES.ID – Perdana Menteri Pedro Sánchez mendesak Uni Eropa untuk bersikap tegas dan konsisten dalam menegakkan hukum internasional serta prinsip kemanusiaan, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Sánchez menilai tindakan Israel telah melampaui batas dan tidak dapat lagi ditoleransi. Ia bahkan menyinggung dugaan pelanggaran serius, termasuk tindakan yang disebutnya sebagai genosida di wilayah Gaza dan Tepi Barat.
Sánchez menegaskan bahwa Uni Eropa tidak boleh menerapkan standar ganda dalam merespons konflik. Menurutnya, kredibilitas blok tersebut justru dipertaruhkan jika tidak konsisten dalam menjunjung nilai-nilai yang selama ini diklaim.
Ia merujuk pada Pasal 2 dalam Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel yang mengatur kewajiban penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter. Namun, Sánchez menilai ketentuan tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya, terutama dalam situasi di Gaza, Tepi Barat, hingga Lebanon.
“Pasal 2 Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel menetapkan penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter, tetapi jelas hal itu tidak dihormati di Lebanon, Tepi Barat, maupun Gaza. Inilah yang memaksa kami untuk bertindak,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa sikap tidak konsisten atau standar ganda justru akan merusak legitimasi Uni Eropa di mata internasional. Karena itu, Sánchez mendorong langkah konkret agar blok tersebut tetap berpegang pada prinsip hukum dan kemanusiaan tanpa pengecualian.












