Presiden Jerman Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran

favicon progres.id
presiden jerman
Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier (Anadolu Ajansi)

PROGRES.ID – Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, melontarkan kritik tajam terhadap serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dalam pidato resminya, ia menilai aksi tersebut tidak hanya berisiko secara geopolitik, tetapi juga melanggar prinsip dasar hukum internasional.

Steinmeier menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer tanpa dasar legitimasi global berpotensi memperburuk situasi di Timur Tengah, kawasan yang selama ini dikenal rawan konflik. Ia juga menyinggung kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, khususnya keputusan menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran. Menurutnya, langkah itu merupakan kesalahan besar yang membuka kembali peluang terjadinya konflik yang sebelumnya berhasil ditekan melalui jalur diplomasi.

Perbedaan sikap ini turut memicu ketegangan antara Berlin dan Washington. Jerman yang konsisten mendorong pendekatan diplomatik serta menolak keterlibatan militer mendapat respons sinis dari pihak AS, menandakan adanya keretakan di antara sekutu lama. Meski posisi presiden di Jerman lebih bersifat seremonial, pernyataan Steinmeier dipandang mencerminkan sikap resmi pemerintah negara tersebut.

Di sisi lain, Iran menyambut positif pernyataan tersebut. Pemerintah di Teheran menilai sikap Jerman sebagai bentuk dukungan moral dari Eropa terhadap penegakan keadilan internasional. Namun, situasi di lapangan terus memanas, dengan Iran dilaporkan membalas serangan melalui peluncuran drone dan rudal.

Para pemimpin Eropa pun meningkatkan kewaspadaan. Selain ancaman keamanan, mereka juga menyoroti potensi dampak terhadap ekonomi global, termasuk gangguan pasokan energi dan volatilitas pasar internasional. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang dapat berdampak lebih besar jika tidak segera diredam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *