PROGRES.ID – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur di tengah tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat. Ia menyebut permusuhan terhadap Iran didorong oleh ketidakmampuan pihak luar menerima kemajuan yang dicapai negaranya.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan bahwa Iran akan terus melanjutkan jalur pembangunan dengan mengandalkan kekuatan internal, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Musuh-musuh Iran tidak mampu mentolerir kemajuan yang telah kami capai. Namun kami akan tetap bergerak maju dengan kemampuan kami sendiri,” ujarnya.
Terkait proses diplomasi, Pezeshkian mengungkapkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan sebelumnya disebabkan oleh tuntutan berlebihan serta minimnya kemauan politik dari pejabat senior AS.
Meski demikian, Iran disebut tetap membuka pintu negosiasi. Namun, ia menegaskan bahwa dialog hanya akan dilakukan dalam kerangka hukum internasional serta bertujuan melindungi kepentingan rakyat Iran.
Pezeshkian juga mengkritik pendekatan yang mengandalkan ancaman, tekanan, maupun aksi militer. Menurutnya, strategi semacam itu justru memperburuk situasi dan memperumit penyelesaian konflik.
“Pendekatan berbasis tekanan bukan solusi. Itu hanya akan memperdalam krisis yang sudah ada,” tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Teheran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, sekaligus membuka peluang diplomasi dengan syarat yang dinilai adil bagi Iran.










