Home / Bisnis / Internasional

Minggu, 20 Desember 2020 - 08:08 WIB

Puluhan Bisnis China Masuk dalam Daftar Hitam AS

Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan sebuah darurat nasional akibat pandemik virus corona di Gedung Putih, Jumat (13/3/2020) (Foto: AP via VOA Indonesia)

Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan sebuah darurat nasional akibat pandemik virus corona di Gedung Putih, Jumat (13/3/2020) (Foto: AP via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Amerika Serikat, Jumat (18/12/2020), telah menambah puluhan perusahaan China, termasuk pembuat cip SMIC dan pesawat tak berawak SZ DJI Technology, ke dalam sebuah daftar hitam perdagangan.

Tindakan tersebut merupakan bagian dari usaha pemerintahan Presiden Trump untuk meningkatkan ketegangan pada minggu-minggu terakhir dari masa jabatannya sekaligus memantapkan citra dirinya sebagai penganut garis keras terhadap China.

Baca Juga |  Britney Spears Minta Pengadilan Batasi Kuasa Ayah atas Dirinya

Departemen Perdagangan mengatakan, tindakan terhadap SMIC berasal dari usaha Beijing untuk memanfaatkan teknologi untuk tujuan militer dan bukti adanya kegiatan antara SMIC dan perusahaan industri militer China.

Baca Juga |  Kumpulkan 82 Poin, Marquez Masih Puncaki Klasemen MotoGP

Menteri Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan mengatakan Departemen Perdagangan tidak akan “mengijinkan teknologi canggih Amerika digunakan untuk membangun militer dari musuh yang semakin agresif.” [jm/pp]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Brexit

Internasional

Warga Inggris yang Tolak Brexit, Berusaha Dapatkan Paspor Irlandia
Erdogan dan Mattis

Internasional

AS Prihatin Turki Beli Sistem Pertahanan Rudal Rusia
Presiden AS Donald

Internasional

Sepekan Bungkam, Trump Tetap ‘Berkicau’ di Twitter
rokok elektronik

Humaniora

WHO Serukan Perketat Penggunaan Rokok Elektronik
Pengamen New York

Internasional

Persaingan Ketat ‘Ngamen’ di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Berita Utama

KBRI Himbau WNI Ikuti Anjuran Kepolisian Inggris Terkait Aksi Terorisme Internasional
saham

Berita Utama

Pasar Saham AS Terjun Bebas, Trump Salahkan Bank Sentral
Logo google

Internasional

RUU Australia Wajibkan Bayar Perusahaan Media, Google Menolak
error: Konten ini dirpoteksi !!