PROGRES.ID – Pemerintah Israel dilaporkan mulai mencopot sejumlah kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik di Tel Aviv setelah banyak rekaman yang memperlihatkan jatuhnya rudal Iran yang memporakporandakan kota itu tersebar luas di media sosial.
Langkah ini dilakukan setelah sejumlah video dari kamera pengawas yang menunjukkan momen serangan rudal di kota tersebut beredar di platform seperti X, TikTok, dan Telegram. Rekaman tersebut memperlihatkan kilatan cahaya dan ledakan ketika rudal menghantam beberapa wilayah perkotaan.
Pihak berwenang Israel disebut berupaya membatasi penyebaran gambar yang dinilai dapat memperlihatkan dampak serangan secara lebih jelas kepada publik internasional.
Sensor Militer Diperketat
Dalam konflik terbaru antara Israel dan Iran, otoritas Israel diketahui menerapkan sensor militer yang lebih ketat dibandingkan dengan konflik sebelumnya.
Pada perang singkat yang terjadi pada 2025 lalu, banyak rekaman dari warga maupun kamera publik yang memperlihatkan dampak serangan rudal Iran di berbagai kota Israel. Video tersebut saat itu dengan cepat menyebar di internet dan menjadi sorotan dunia.
Namun, dalam konflik yang terjadi kali ini, pemerintah Israel berupaya lebih keras mengontrol informasi visual terkait kerusakan akibat serangan.
Selain membatasi rekaman CCTV, pemerintah juga memperketat aturan bagi warga yang merekam atau menyebarkan gambar lokasi serangan di media sosial.
Informasi Korban Juga Dikontrol
Tak hanya rekaman visual, laporan mengenai jumlah korban juga disebut disampaikan secara terbatas oleh otoritas setempat.
Pengumuman resmi mengenai korban tewas maupun luka biasanya dirilis secara bertahap setelah melalui proses verifikasi keamanan.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan sensor militer yang bertujuan mencegah informasi sensitif dimanfaatkan oleh pihak lawan dalam konflik.
Serangan Rudal Masih Terekam di Media Sosial

Meski pengawasan diperketat, sejumlah video yang memperlihatkan kedatangan rudal Iran masih muncul di media sosial.
Beberapa rekaman menunjukkan objek yang diduga rudal melintas di langit sebelum terdengar ledakan di sejumlah kota, termasuk Yerusalem, Haifa, dan Beersheba.
Serangan tersebut terjadi setelah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel yang dalam operasi militernya juga melibatkan Amerika Serikat.
Dalam situasi tersebut, Israel menjadi salah satu target utama serangan balasan Iran.
Aktivitas Warga Berkurang
Situasi keamanan yang memburuk juga berdampak pada aktivitas warga di sejumlah kota Israel.
Di Tel Aviv, banyak warga memilih berlindung di tempat perlindungan seperti bunker bawah tanah, stasiun kereta bawah tanah, hingga area parkir bawah tanah untuk menghindari potensi serangan.
Sejumlah laporan juga menyebut aktivitas di beberapa kawasan kota menurun drastis, terutama pada malam hari ketika sirene peringatan sering berbunyi.
Konflik antara Iran dan Israel hingga kini masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara komunitas internasional terus menyerukan upaya diplomasi untuk mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.












